Monthly Archives: March 2015

Van Gaal Senang Dengan Penampilan Ashley Young

Van Gaal- Young

Dalam penampilan musim ini bersama Manchester United, performa Ashley Young bisa dikatakan cukup oke. Manajer Louis Van Gaal pun memberikan pujian dan menyatakan bahwa dirinya sangat puas dengan penampilan pemain berusia 29 tahun tersebut.

Sebelumnya saat Manchester United sedang dalam kondisi yang buruk pada musim lalu, Young merupakan salah satu pemain yang dituding menjadi salah satu biang keterpurukan The Reds Devils pada musim lalu. Dia telah tampil sebanyak 30 pertandingan, dan hanya mencetak tiga goal serta lima assist. Jumlah kontribusi goal dan Assistnya memang dinilai masih belum meningkat secara signifikan. Namun Young kini telah menjadi pilihan utama Manager Louis Van Gaal.

Pada Liga Inggris, Pemain berusia 29 tahun itu telah bermain sebanya 16 pertandingan bersama Manchester United. Dalam 16 laga tersebut dia telah mencatatkan satu goal dan juga satu assist. Goal tersebut berbuah kemenangan saat Manchester United melawat ke kandang Newcastle United pada tengah pekan kemarin. Namun demikian, manajer Van Gaal menilai bahwa Young sudah menunjukan jalannya untuk bangkit secara perlahan dan Young adalah salah satu pemain yang menjalankan instruksinya.

“Selama 16 pertandingan dia hanya berhasil menyumbangkan satu goal dan juga satu assist. Itu memang cacatan yang kurang cukup bagus. Namun saya selalu mendukungnya, saya pikir dia adalah pemain yang ingin bermain seperti apa yang saya katakan. Dia sangat cocok dengan intruksi yang saya berikan”, kata Van Gaal.

“Kami sudah menempatkannya pada posisi sayap dan saya pikir itu merupakan posisi yang terbaik untuknya. Sekarang saya sering memasangkannya pada posisi tersebut dan dia bekerja dengan baik. Dia juga tidak merasa keberatan dengan apa yang saya berikan dan itu yang membuat saya merasa sangat senang dengan dia”, ujarnya.

“Dia selalu menuruti  apa yang saya minta, dan itu yang membuat saya merasa senang dan bangga dengannya. Menaati semua yang saya intruksikan, dia juga tidak keberatan dan bermain dengan sangat baik apa yang saya berikan. Saya yakin dia akan menjadi pemain yang hebat dan terus berkembang”, pungkasnya.

Pogba Cocok Di Juve Dan Sudah Terikat Hingga 2019

Raiola-pogba

“Tempat yang bagus dan cocok untuk pemain seperti Pogba adalah di sini (Juventus)”, inilah kata-kata yang keluar dari mulut Mino Raiola selaku dari agen pemain, menurutnya perkembangan Pogba dari pertama hingga kini terus menunjukkan perkembangan drastis di Juve.

Setelah hengkang dari Manchester United ataupun menjadi pemain yang terbuang, memang talenta Pogba naik pesat setelah di asah di Juventus, ini adalah hal yang benar hingga saat ini masih banyak tim-tim besar di saat ini sangat menginginkan pemain tersebut, namun hal itu belum bisa terjadi karena Juventus menahan pemain yang satu ini dengan tanggapan yang serius.

Tampaknya Juve sangat bergantung kepada pemain ini sehingga mereka langsung mengikatnya atau memperpanjang kontraknya hingga 2019 mendatang, dan perpanjangan tersebut baru-baru saja resmi di lakukan oleh Kubu Juve dengan pemain asal Prancis tersebut.

Banyak tawaran besar yang datang kepada pemain ini, namun belum ada yang bisa mengangkat pemain ini lari dari Nyonya tua, seperti United yang menginginkan anak tersebut kembali, klub – klub besar lainnya seperti Real Madrid, Chelsea dan masih banyak lagi terus menggoda sang pemain agar keluar dari Italia.

Perpanjangan kontrak yang di lakukan akan membuat pemain ini terus bertahan dengan waktu yang lama, namun tidak bisa di katakan juga, cepat atau lambat pastinya Pogba akan mengambil keputusan untuk segera hengkang dari klub tersebut karena masa depan cerah di luar sana banyak yang sudah menantikannya.

“Bersama dengan kami di sini (Juventus) Pogba sudah melewati waktu yang lama, dari masanya yang belum sempurna hingga kini sudah sangat fantastis, dan kami baru saja memperpanjang kontraknya, maka dari itu kami akan melakukan Perspektif membangun tim yang kompetitif bersamanya,” ungkap Raiola.

Pogba sendiri tampak nyaman bersama dengan Juventus, dan kemampuannya tidak usah di ragukan lagi, apa lagi gol-gol yang di ciptakannya semua adalah gol indah.

Diego Simeone Berniat Hijrah

Diego Simeone

Diego Simeone selaku pelatih Atletico Madrid diberitakan masih menunda perpanjangan kontrak dari klubnya. Hal ini dikarenakan, pria asal Argentina itu menunggu penawaran dari klub kaya raya Manchester City.

Seperti yang diketahui, nama Diego Simeone berhasil menjadi perhatian dunia setelah musim lalu meraih gelar La Liga untuk klub Atletico. Selain itu dirinya juga berhasil membawa Los Cholchoneros keluar sebagai runner-up Liga Champions usai kalah dari Real Madrid tahun lalu. Pihak klub sendiri sangat yakin akan memperpanjang kontrak sang manajer hingga musim panas 2022.

Akan tetapi menurut beberapa media Spanyol, Diego Simeone dikabarkan menolak perpanjangan kontrak baru. Pria berumur 44 tahun itu tidak ingin berbicara tentang masa depannya di Vicente Calderon. Dirinya masih menunggu tawaran dari pihak Manchester City.

Diketahui SBOBET Casino 338a, memang klub asal Premier League Manchester City itu sedang terancam tidak memperoleh gelar dalam satu musim ini. Hal tersebut lantas membuat Manuel Pellegrini disebut oleh media lokal tengah dalam tekanan klub yang sangat besar menginggat dirinya bakal dipecat oleh pemilik klub jika gagal mempersembahkan trofi pada tahun ini. Kesempatan pelatih berusia 62 tahun tersebut ini pun hanya tersisa di ajang Liga Inggris, dimana mereka masih menempati posisi kedua klasemen dengan selisih lima poin dari Chelsea yang berada diurutan terdepan.

Mengingat kondisi The Blues yang kian hari kian baik, menurut SBOBET Casino 338a hal ini akan menjadikan Pellegrini harus berpikir keras dan berusaha keras untuk mampu menyelamatkan karirnya tersebut. Selain itu diajang Liga Champions, The Citizens juga terancam tidak lolos ke babak perempatfinal lantaran pada leg pertama saja mereka telah menelan kekalahan 1-3 atas Barcelona FC yang dimana laga ini berlangsung di rumah mereka sendiri. Skuad besutan Luis Enrique pun tercatat akan menang diatas kertas karena putaran kedua akan berlangsung di Camp Nou dan merupakan neraka bagi Manuel Pellegrini.

Oleh karena itu, Diego Simeone yang secara pribadi kepada awak media SBOBET Casino 338a pun mengakui masih menunda keputusannya untuk menandatangani kontrak baru bersama Atletico dengan harapan bisa berkiprah di tanah Inggris. Karena dia mengakui juga bahwa dirinya tertantang dan ingin mencoba beradu taktik di Liga Utama Inggris.

Brendan Rodgers Meminta Untuk Memperbaiki Kondisi Lapangan Di Anfield

Anfield stadium

Dalam sisa kompetisi musim ini, jelas Manager Brendan Rodgers tidak ingin laju impresif anak asuhannya itu terhenti saat ini.

Maka dari itu dia meminta kepada pihak klub untuk lebih melihat perkembangan pada lapangan dan segera memperbaiki gangguan yang ada dilapangan Anfield. Manager Brendan Rodgers menilai lapangan hijau Anfield saat ini tidak dalam kondisi yang baik.

Setelah pada awal musim sempat bermain tidak bagus dan terseok-seok. Hingga saat ini sudah 12 pertandingan terakhir di liga , Liverpool masih belum terkalahkan. Dengan 10 kemenangan dan dua kali bermain imbang. Jelas dengan laju saat ini yang impresif, mereka tidak ingin lagi kehilangan angka hingga akhir musim ini dan juga demi mendapatkan tiket lolos ke Liga Champions musim depan.

Mereka membuat tim menjadi torehan poin terbanyak di tahun 2015. Saat ini posisi Liverpool dalam klasemen sementara berada di peringkat kelima dengan mengoleksi 51 poin. Hanya berselisih dua poin dengan Manchester United yang berada satu tingkat diatas mereka.

Kompetisi musim ini hanya tersisa 10 pertandingan. Diantaranya Liverpool masih memiliki kesempatan bermain empat pertandingan di kandang sendiri dan enam pertandingan di kandang lawan. Salah satunya adalah berhadapan dengan Manchester United di Anfield pada pertengahan bulan ini.

Melihat performa tim kini dan sisa-sisa laga musim ini, tentu saja Brendan Rodgers sangat menginginkan timnya memaksimal benar pada 10 sisa laga itu, terutama pada laga kandang. Namun sebelum ini manager berusia 42 tahun itu memiliki permintaan kepada pihak klub untuk memperbaiki semua masalah yang ada dilapangan.

Manager Brendan Rodgers menilai bahwa permukaan lapangan di Anfield sudah tidak bagus lagi, karena ada beberapa posisi yang sudah ditumbuhi dengan rumput kering. Hal ini yang dapat mengganggu permainan tim. Dalam beberapa laha kandang terakhir, para pemain The Reds memang terlihat bermain seakan akan terpeleset saat sedang menguasai bola pada daerah pertahahan. Dengan mengandalkan kecepatan pada pemain sayap, jelas kondisi lapangan yang buruk dapat mempengaruhi jalannya permainan dan tidak akan banyak membantu.

Tottenham Hotspur Berhasil Menang Tipis Atas Swansea City

Tottenham-Hotspur-v-Swansea-City

Pertandingan antara Tottenham Hotspur melawan Swansea City akhirnya berhasil dimenangkan oleh Tottenham Hotspur dengan skor tipis 3-2. Pertandingan yang diadakan di dalam markas Tottenham Hotspur berlangsung cukup sengit.

Ketiga gol Tottenham Hotspur dicetak oleh Nacer Chadli,Ryan Mason dan Andros Townsend. Sedangkan dua gol balasan dari Swansea City dicetak oleh Sung-Yueng Ki dan Gylfi Sigurdsson.

Dalam pertandingan babak pertama,Tottenham Hotspur yang menjadi tim tuan rumah dalam pertandingan tersebut langsung bermain dalam tempo cepat. Pertandingan baru memasuki menit ke-07,Tottenham Hotspur sudah berhasil mencetak gol pembuka laga lewat Nacer Chadli. Gol ini tercipta lewat umpan dari Danny Rose yang berhasil diselesaikan dengan baik olehnya. Skor pun menjadi 1-0 untuk sementara waktu.

Tertinggal satu gol dalam waktu kurang dari 10 menit ,ternyata membuat para pemain Swansea City untuk mengejar ketertinggalan mereka. Saat pertandingan memasuki menit ke-19 akhirnya Swansea City berhasil menyamakan kedudukan lewat Sung-Yueng Ki. Gol ini tercipta lewat umpan dari Neil Taylor yang berhasil diselesaikan dengan baik olehnya. Skor pun menjadi 1-1 hingga selesai babak pertama.

Memasuki babak kedua,Tottenham Hotspur mencoba meningkatkan tempo permainan mereka. Saat pertandingan memasuki menit ke-51 akhirnya Tottenham Hotspur berhasil mencetak gol kedua mereka lewat Ryan Mason. Gol ini tercipta lewat umpan dari Christian Eriksen yang berhasil diselesaikan dengan baik olehnya. Skor pun menjadi 2-1 untuk sementara waktu.

Berhasil mencetak gol kedua mereka,ternyata tidak membuat para pemain Tottenham Hotspur untuk menurunkan tempo permainan mereka. Saat pertandingan memasuki menit ke-60 akhirnya Tottenham Hotspur berhasil kembali mencetak gol ketiga mereka lewat Andros Townsend. Gol ini tercipta lewat umpan dari Nabil Bentaleb yang berhasil dimaksimalkan dengan baik olehnya. Skor pun menjadi 3-1.

Menjelang berakhirnya babak kedua,tepatnya menit ke-89 akhirnya Swansea City baru dapat memperkecil selisih gol mereka lewat gol kedua mereka yang dicetak oleh Gylfi Sigurdsson. Namun,sayang gol ini masih belum mampu membawa timnya untuk lepas dari kekalahan. Skor pun menjadi 3-2 hingga selesai babak kedua.

Bonucci: Perjalanan Meraih Scudetto Masih Panjang

Bonucci

Membawa pulang satu poin dari kandang AS Roma setelah bermain imbang 1-1 dinilai cukup menguntungkan bagi Juventus, karena jarak kedua tim pada peringkat klasemen sementara tidak berubah. Meskipun demikian, bek Nyonya Tua, Leonardo Bonucci yakin bahwa perjalanan Juventus untuk meraih Scudetto musim ini masih panjang.

Bianconeri saat ini masih berada di puncak klasemen sementara Liga Serie A dengan mengoleksi 58 poin dari 25 laga. Mereka unggul sembilan poin dari AS Roma yang berada di peringkat kedua. Dengan sisa 13 laga lagi yang tersisa hingga akhir musim, Juventus bisa dibilang masih belum cukup aman, walaupun memiliki selisih sembilan poin atas Roma.

Perhitungan tersebut karena dilihat dalam sisa musim ini Juventus masih harus berhadapan dengan beberapa tim tangguh seperti Lazio, Sampdoria, Inter Milan, Torino, dan Napoli yang tidak bisa dianggap dengan remeh.

Melihat lawan-lawan mereka yang sudah menunggu di sisa musim ini, Bonucci menjelaskan bahwa perjalan mereka masih belum berakhir dan oleh karena itu dia akan berusaha dengan keras untuk bisa memastikan gelar juara berada ditangan mereka.

“Kami membawa pulang satu poin tambahan saat bermain imbang 1-1 di kandang Roma. Dengan tambahan tersebut kami masih memimpin klasemen sementara dan memiliki keunggulan sembilan poin dari Roma yang berada diperingkat kedua. Tapi untuk kembali meraih gelar Scudetto yang keempat secara beruntun kami masih harus lebih bekerja keras, dan tetap menatap sisa-sisa laga”, kata Bonucci.

“Masih banyak sisa laga yang harus kami menangi, belum lagi kami masih akan berhadapan dengan tim-tim kuat lainnya. Jalan kami masih panjang dan oleh karena itu kami harus tetap fokus untuk menatap laga-laga berikutnya. Unggul sembilan poin bukanlah jawaban bahwa kami telah menang, dalam kondisi ini AS Roma masih punya kesempatan untuk mengejar ketinggalannya jika kami tidak bermain dengan baik. Tujuan kami adalah meraih gelar Juara, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk bisa meraihnya”, ujarnya.

Emre Can: Tidak Ada Yang Bisa Mengantikan Gerrard Di Liverpool

Brendan-Rodgers-Emre-Can-Steven-Gerrard

Bersama Liverpool, Emre Can mulai dibanding-bandingkan dengan Kapten The Reds, Steven Gerrard. Meskipun demikian, Emre Can mengaku bahwa dirinya tidak pernah bisa menggantikan posisi sang Kapten.

Pemain yang didatangkan dari Bayer Leverkusen pada musim panas ini menampilkan performa yang impresif sejak tampil dari bangku cadangan dengan kemenangan Liverpool 1-0 atas Burnley dilaga Boxing Day 2014. Namun demikian, Can dimainkan bukan dengan posisi aslinya, melainkan dimainkan pada sisi kanan pertahanan.

Kapten Liverpool, Steven Gerrard yang sudah dipastikan akan meninggalkan Anfield pada akhir musim ini untuk melanjutkan sisa karirnya bersama klub Asal Amerika Serikat, La Galaxy. Kepergian Gerrard akan meninggalkan kekosongan pada lini tengah, namun ada juga kemungkinan bahwa Emre Can bakalan mengisi posisi tersebut.

“Aku pikir manager tahu bahwa aku mempunyai peran di tengah lapangan dan itu yang dilihat dari dalam diriku untuk masa depan aku. Tapi bagaimana hebatnya aku diatas lapangan tidak akan sebandingan dengan Kapten Steven Gerrard”, kata Emre Can.

“Aku pikir Gerrard adalah Legenda Liverpool, karena dia sudah bermain bersama The Reds mulai dari masa anak-anak. Banyak yang tengah membandingkan aku dengan dirinya, namun harus diketahui bahwa aku adalah Emre Can. Aku akan menentukan cara jalanku sendiri. Untuk bisa mencapai karir seperti yang sudah dicapai oleh Gerrard akan menjadi mimpi, namun itu akan jauh dari kata mudah”, ujarnya.

Sebelumnya, Emre Can cukup merasa kaget saat diminta oleh manager Brendan Rodgers untuk bermain pada posisi bek dalam. Dengan sistem baru yang akan diterapkan oleh Brendan Rodgers, namun dia juga mampu bermain dengan sangat baik pada posisi tersebut, karena pengalaman di masa lalunya dia pernah bermain sebagai bek tengah.

“Aku tidak pernah katakan bahwa aku adalah seorang bek kanan. Sebelumnya aku sempat terkejut dengan apa yang diminta oleh manager Brendan Rodgers untuk bermain diposisi pemain bertahan. Aku belum pernah memainkan peran ini pada sebelumnya dan biasanya aku lebih merasa nyaman berada di tengah lapangan. Tapi aku bisa beradaptasi dengan baik, dan membuat aku tidak begitu sulit untuk melakukannya. Mungkin karena aku dulunya pernah bermain sebagai bek tengah pada level junior”, pungkas pemain asal Turki itu.

Obi Mikel Harus Menjalani Perawatan Selama 2 Bulan

Mikel

Kabar kurang baik kini sedang melanda klub Chelsea yang harus rela kehilangan pemain gelandang mereka yang sangat pintar dalam mengolah bola ini.

Pemain gelandang John Obi Mikel di vonis mengalami cidera pada paha nya sewaktu dia mengikuti pertandingan terakhir bersama Chelsea pekan lalu.

Cidera yang cukup serius yang melanda pemain timnas Nigeria ini harus secepatnya mendapatkan perawatan untuk mengatasi masalah sakit yang di alami oleh John Obi Mikel. Di perkirakan oleh tim dokter dari Chelsea yang menangani cidera John Obi Mikel ini akan memakan waktu selama dua bulan lamanya untuk John Obi Mikel bisa benar benar kembali bermain bersama Chelsea.

Dokter juga menyarankan kepada pelatih Jose Mourinho untuk mencari pemain gelandang lain sementara sampai John Obi Mikel sudah sembuh dari cideranya. Dan sudah pasti John Obi Mikel tidak bisa di paksakan untuk bermain pada laga Chelsea nanti.

Perawatan yang terbaik akan di berikan oleh tim dokter Chelsea dengan segala kemampuan mereka. Dengan kabar buruk ini pelatih Jose Mourinho sangat menyesalkan hal ini bisa terjadi pada pemain gelandang andalannya tersebut.

Bukan tanpa alasan kepada Mourinho sangat berharap besar kepada pemain ini karena di musim ini persaingan yang sangat ketat dari tim tim di liga Inggris maka Chelsea juga harus di perkuat oleh pemain yang berkompeten tinggi dalam setiap pertandingan yang kami jalani.

Di masa masa menjelang akhir musim ini Chelsea tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan yang seperti ini. Jose Mourinho hanya mengharapkan agar proses penyembuhan terhadap John Obi Mikel bisa di percepat oleh tim dokter dan pemain gelandang tersebut bisa kembali bermain bersama Chelsea.

Cidera para pemain adalah hal yang paling tidak di harapkan oleh pelatih manapun di saat menjelang pertandingan akhir musim. Ini bisa berakibat fatal jika pemain andalan tim tidak bisa ikut bertanding.

Namun hal ini akan segera di siasati oleh mantan pelatih Real Madrid ini dengan mengantikan posisi John Obi Mikel kepada Cesc Fabregas yang sedang oke menjalani pertandingan bersama klub Chelsea.

Podolski Mengaku Yang Kurang Darinya Bersama Inter Hanya Gol

podolski

Lukas Podolski menilai bahwa penampilannya bersama dengan Inter Milan sejauh ini memang sudah cukup baik, namun ada yang kurang dari penampilannya yaitu masih belum bisa memberikan kontribusi goal hingga saat ini.

Podolski didatangkan dari Arsenal dengan status pinjaman pada bulan Januari lalu. Sejak bergabung dengan Inter Milan, penyerang kebangsaan Jerman itu memang sudah menampilkan sembilan pertandingan dan delapan diantarannya adalah di kompetisi Liga Serie A. Penampilannya juga tidak cukup memberikan kesan yang baik, terutama masih belum bisa menunjukan rasa yang puas untuk manager Roberto Mancini.

Hingga saat ini Podolski masih belum memberikan yang terbaik sebagai seorang penyerang, dia masih belum menymbangkan satu goal pun untuk Nerazzuri. Beberapa kali sudah tampil dengan mengecewakan, termasuk pada saat timnya mengalami kekelahan 0-1 atas Fiorentina pada hari Minggu(1/3) lalu. Setelah laga menghadapi Fiorentina selesai, manager Roberto Mancini mengaku sangat kecewa dengan penampilan Podolski dan sangat menyesal telah memasukan dia sebagai Starter dan mencadangkan Xherdan Shaqiri.

“Saya tidak masalah, banyak media yang telah mengkritik bagaimana saya memainkan permainan saya. Saya tahu apa yang harus dilakukan, yang terpenting adalah bagaimana mengatur ritme tersebut. Bersama Inter Milan, saya masih belum bisa menemukan ritme permainan yang cocok. namun sejauh ini bukan saya tidak berusaha untuk mendapatkan semuanya. Saya tetap berusaha memberikan yang terbaik, walaupun hanya memberikan goal yang masih belum bisa saya berikan untuk Inter Milan sejauh ini”, kata Podolski.

Pemain berusia 29 tahun itu berharap situasinya bersama Inter Milan akan segera berubah dan dia akan mengakhiri kemandulannya dalam mencetak goal. Dia akan terus berusaha dengan keras untuk menunjukan bahwa Inter Milan tidak akan kecewa karena sudah mendatangkannya.

“Saya tahu bahwa sejauh ini performa saya masih belum cukup memberikan kepuasan untuk manager maupun media yang meliput setiap pertandingan kami. Yang sangat kurang adalah goal, saya masih belum memberikan satu goal pun dan saya tahu itu adalah situasi yang sangat sulit. Namun saya berharap situasi itu akan segera berakhir dan mengakhiri kemandulan”, ujarnya.

The Reds Masih Terus Berkompetisi

Liverpool

Dalam laga match day ke 27 yang berlangsung pada tadi malam di Anfield Stadium,Liverpool yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun berhasil memaksimalkan keadaan mereka dengan mengalahkan Manchester City dengan skor tipis 2-1. Didalam laga pada tadi malam tersebut,Jordan Henderson dan Philippe Coutinho pun menjadi penyumbang gol yang kemudian membawa timnya meraih kemenangan pada tadi malam,sedangkan dikubu lawan Edin Dzeko pun sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 diparuh babak pertama.

Bermain didepan publik sendiri,The Reds memang ditantang untuk bisa bermain secara All Out untuk bisa mendapatkan tambahan tiga poin yang bisa mereka gunakan untuk memperbaiki peringkat mereka didalam papan klasemen Liga Premier Inggris dilaga ke 27 pada musim 2014-2015 ini.

Didalam paruh babak pertama,kedua tim memang bermain dengan cukup berimbang,dimana tim tuan rumah pun berhasil unggul terlebih dahulu dimenit ke 11 diparuh babak pertama melalui Jordan Henderson. Namun Edin Dzeko pun berhasil memecah kebuntuan bagi timnya The Citizens setelah berhasil menyamakan kedudukan dimenit ke 26. Akan tetapi skor imbang 1-1 tersebut pun bertahan hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua,baik Brendan Rodgers maupun Manuel Pellegrini sama-sama menerapkan startegi baru guna untuk bisa membuat masing-masing timnya unggul dan memenangkan laga pada tadi malam. Namun sayangnya strategi dari Brendan Rodgers pun tampaknya lebih jitu dibandingkan strategi Manuel Pellegrini,karena Philippe Coutinho pun berhasil kembali membawa timnya The Reds unggul menjadi 2-1 atas The Citizens dan sekaligus menutup laga pada tadi malam tersebut dengan kemenangan bagi The Reds atas The Citizens.

Dengan tambahan tiga poin yang berhasil didapatkan oleh skuat tim besutan dari Brendan Rodgers tersebut pun akhirnya kini membuat mereka menempati peringkat kelima didalam papan klasemen Liga Premier Inggris dengan jumlah raihan 48 poin dari 27 laga yang sudah mereka jalani hingga saat ini. Sementara itu The Citizens yang takluk 1-2 dari The Reds tersebut pun harus tertahan diperingkat kedua dengan jumlah raihan 55 poin.