Monthly Archives: April 2016

JDT Versus Kedah

stadium darul aman

Satu lagi acara semifinal akan dipertontonkan Johor Darul Ta’zim (JDT) melawan Kedah, Untuk kali ketiga dalam waktu 2 pekan. Usai pertandingan pertama di Stadion Darul aman di mana the Red Eagles menjadi tim Malaysia pertama yang mengalahkan the Southern Tigers musim ini, Kedah lagi lagi mengejutkan tim unggulan tersebut di lapangan dengan cara yang sama seminggu kemudian, turut memaksa mereka bermain imbang 1-1 dalam pertandingan liga yang tegang.

Sabtu ini, Kedah berpeluang mengecewakan juara bertahan Liga Super dan Piala AFC itu untuk kali ketiga secara berturut-turut. Mereka juga membuktikan kemampuan khusus untuk mengejutkan JDT akan tetapi kali ini pelatih kepala tim, Tan Cheng Hoe akan merombak kesebelasan utamanya yang disebabkan tidak dimainkan Liridon Krasniqi dan Amirul Hisyam Awang Kechik yang menjalani skorsing usai mendapatkan sanksi kartu saat kemenangan 2-1 di pertandingan pertama.

Cheng Hoe juga memberitahu The Star Online bahwa ia berharap pemain sayap, Farhan Roslan dapat fit tepat waktu, setelah mengalami cedera lutut saat pertandingan berkeputusan seri.

Ucapnya kepada mStar.com setelah pertandingan; “Pemain muda kami berhasil membuktikan mereka tidak takut melawan JDT meskipun tim JDT tidak pernah kalah dan juara Piala AFC 2015. Mereka tidak peduli reputasi lawan. Reputasi itu juga memberikan motivasi kepada pemain kami untuk bermain lebih baik, untuk membuktikan kemampuan mereka dan menghindari kekalahan .

“Kami menurunkan pemain cadangan saat melawan JDT hari Sabtu lalu (berkeputusan seri) dan mereka bermain cukup baik. Untuk itu, mereka juga ada peluang untuk menjadi tim utama di Larkin.

“JDT pernah dikalahkan di Larkin, oleh Felda di perempatfinal Piala Malaysia musim lalu, dan kami juga mampu melakukan hal yang sama jika kami bermain dengan baik untuk memastikan kami dapat melaju ke final.”

Namun pelatih kepala JDT, Mario Gomez, ada melakukan perencanaannya sendiri. Ini terlihat ketika ia mengistirahatkan hampir ke semua pemain utama tim saat mereka melakukan kunjungan ke Myanmar untuk melawan Ayeyawady United di Piala AFC hari Rabu lalu, menurunkan semua pemain lokal dan penyimpanan. Paling meyakinkan adalah tim utama pemain lokal itu masih mampu mengalahkan klub Myanmar tersebut, 2-1.

Juara Didepan Pintu Tim CLS Di IBL

CLS Knights

Tim basket yang berasal dari Surabaya yang bernama CLS Knights ini menampilkan pertandingan yang sangat tangguh dengan mengalahkan Pasific Caesar yang sama-sama berasal dari Surabaya dalam pertandingan untuk lolos dalam kejuaraan Indonesian Basketball League (IBL) 2016 tahun ini dan hasil dari pertandingan tersebut di langsungkan untuk mencari gelar juara musim reguler dan dimenangkan oleh CLS maka sudah di pastikan gelar tersebut untuk CLS tahun ini. Pada lanjutan IBL seriVI di GOR kertajaya di Surabaya rabu pada tanggal 27 April 2016 dimenangkan oleh CLS melawan pacific denganskor 116-45, skor tersebut merupakan skor yang telah mencetak rekor skor tertinggi dalam pertandingan dalam kejuaran IBL pada musim ini.

Tim CLS yang tanpa diperkuat oleh dua bintang yang tidak hadir antara lain Wuysang dan Isman Thoyib, tetapi CLS masih terlalu tangguh bagi Pasific untuk di hadapi. Pada quarter pertama saja sudah tercium kemenangan yang akan di raih CLS dalam pertandingan itu, karena quarter pertama telah dikuasai CLS dengan skor 35-9 yang telah terlihat jelas perbedaan kekuatan antara CLS dengan Pasific. Setelah itu, serangan yang mendominasi dari CLS terjadi berturut-turut sampai quarter kedua selesai dengan skor yang semakin jauh antara lain 59-17dan pada quarter ketiga berakhir CLS meninggalkan Pasific semakin jauh dengan skor yang menembus 90 antara lain 91-25, sampai-sampai skor itu telah mematahkan semangat pemain Pasific, sehingga tim pacific pasrah akan kekalahan yang akan di alami oleh tim Pasific dalam pertandingan.

Setelah itu tim CLS miningkatkan serangan bertubi-tubi di quarter keempat, sehingga tim CLS menembus angka 100 dan CLS akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor CLS 116 melawan 45 dari tim Pasific, lalu pada penghargaan top skorer pada pemain CLS yang bernama katon yang mencetak 20 poin dalam satu pertandingan.tetapi dengan kemenangan ini. Tim CLS di psastikan sebagai juara musim reguler dan mereka menjadi puncak klasemen dengan total 58 poin jumlah poin tersebut sangat sulit dikejar oleh saingan mereka  oleh Pelita Jaya Mega Persada Dari Jakarta yang mempunyai 55 poin.

Anthony Terdepak Dari Putra Tunggal

Anthony sinisuka Ginting

Seorang pemain bulu tangkis yang bernama lengkap Anthony sinisuku Ginting ini mengikuti kejuaraan bulutangkis asia yang berlangsung di Wuhan Sports Center Symnasium  hari rabu pada tanggal 27 April 2016 dan pemain bulutangkis ini gagal mengikuti jejak Tommy Sugiarto dan juga Jonatan Christie ke putaran kedua dalam kejuaraan bulutangkis asia. Oleh karenanya Anthony mengalami kekalahan pada  pertandingan putaran kedua, Anthony dikalahkan pemain dari Hongkong yang bernama Wong Wing Ki Vincent dalam pertandingan antara Anthony dengan Vincent selesai dalam laga dua game, yang berakhir dengan angka skor 18-21 dan 6-21 dalam tempo 40 menit. Namun dalam pertandingan tunggal putra yang berasal dari Indonesia juga yang bernama Ihsan Maulana Mustofa telah dibuat tumbang karena dikalahkan oleh pemain bulutangkis yang bernama Lin Dan yang merupakan pemain peringkat pertama yang juga pemain ini berasal dari Negara Tiongkok.

Setelah Anthony dikalahkan, Indonesia hanya memiliki dua pemain yang tersisa di kejuaraan bulutangkis asia dimana dua pemain tersebut yaitu Tommy dan Jonatan, Tommy yang merupakan pemain peringkat ketujuh, pemain dari Indonesia ini akan bertanding dengan pebulutangkis dari Thailand yang bernama Boon Sak Ponsana di pertandingan putaran kedua nanti. Bermodalkan pemain kedua yang mewakili Indonesia adalah Jonatan, Jonatan yang masuk ke dalam putaran kedua ini akan berhadapan dengan pemain promosi dari kualifikasi yang bernama Tzu Wei Wang yang lolos ke putaran kedua yang sukses mengalahkan pebulutangkis dari Malaysia yang bernama Iskandar Zulkarnain Zainuddin.

Akan tetapi saingan terberat Grup tersebut adalah peringkat pertama dari China yang bernama Chen Long yang juga telah mengalahkan lawannya di putaran pertama yang berasal dari Korea Selatan yang bernama Jeon Hyeok Jin dengan skor 21-4 dan 21-16 pada saat putaran pertama apalagi pebulutangkis ini merupakan pesaing terberat di kualifikasi selanjutnya bagi para pemain lainnya. Setelah itu masih ada pemain yang harus di perhatikan dan tidak bisa dianggap remeh oleh setiap pemain yaitu pemain dari Malaysia yang bernama Lee Wei Chong yang merupakan pemain peringkat ketiga yang juga lolos ke putaran Lee Chong Wei yang mengalahkan seorang pemain yang berasal dari Negara China yang bernama Wang Zheng Ming dengan skor 21-16 dan 21-14.

Tunggal Putri Indonesia Hilang Wakil

Wuhan Sports Center Gymnasium

Kekecewaan yang diperoleh dari hasil pertandingan tunggal Putri, setelah pemain bulutangkis tunggal putri  Indonesia yang bernama Fitriani dikalahkan dan diikuti oleh 3 pemain lainnya juga kalah maka Indonesia tak mempunyai wakil di putaran kedua dan dalam putaran pertama yang berlangsung di Wuhan Sports Center Gymnasium, rabu pada tanggal 27, April 2016 lalu. Maria Febe Kusumastuti yang merupakan utusan dari Negara Indonesia itu dikalahkan dalam dua game langsung dari pemain yang berasal dari India dengan nama Pusaria V. Sindhu dengan skor 10-21 dan 13-21 sehingga pemain tunggal putrid Indonesia tersebut dikalahkan dengan mudah dalam dua game. Pertandingan yang mengecewakan juga di alami oleh Linda Wenifanetri yang merupakan salah satu pemain dari Indonesia juga sebab ia juga dikalahkan dalam dua game langsung oleh asal Thailand yang bernama Nitchaon Jindapol, dengan skor 10-21 dan 18-21.

Kekalahan ini merupakan kekalahan kedua yang berturut-turut dalam dua kejuaraan pada tahun ini, kejuaraan lainnya yaitu Internasional Badminton Championship yang bertemu juga melawan Jindapol, pada Januari lalu apalagi pada pertandingan Tahun ini Jindapol telah membalikkan hasil unggul dari head to head  3-2 dari Linda. Dalam pertandingan tersebut menurut pendapat dari pelatih tunggal putri dari Indonesia Bambang Supriyanto, bahwa Linda tidak mengeluarkan serangan terbaiknya di awal pertandingan dan Oleh karena itu, pada saat di game pertama Linda hanya bermain santai dan hanya mengembalikan serangan lawan dengan kurang serius. Memasuki pertandingan di game kedua Linda baru mulai serius dan memulai pola serangan yang lebih baik di banding di game pertama , setelah Linda mengejar 11 poin, Linda muali kelelahan sehingga gerakan Linda jadi melambat pelatih mengatakan bahwa Linda akan menjalani latihan untuk meningkatkan stamina dan kekuatan fisik Linda.

Setelah pertandingan tersebut, pebulutangkis asal Indonesia Selanjutnya adalah Hana Ramadhani yang juga telah memberikan hasil yang mengecewakan seperti senior-seniornya dan Hana dikalahkan oleh oemain dengan asal Jepang Yang bernama Sato Sayaka, dengan skor akhir yang cukup jauh tertinggal  12-21 dan 12-21. Hana juga mengakui sesuatu Hal sesudah pertandingan selesai, bahwa Hana masih belum mendapatkan hasil latihan secara maksimal, jadi Hana masih harus menjalani latihan dengan baik agar bisa menghadapi lawan sebaik mungkin dengan hasil latihan nanti serta harapannya mungkin tahun selanjutnya Hana masih akan terus menjalani latihan agar dapat manyaingi para lawan dan bersaing dengan pemain senior-seniornya pada tahun selanjutnya.

Spurs Akui Laga Bersama Chelsea Akan Berjalan Sulit

Mauricio Pochettino

Tottenham Hotspur masih belum menyerah untuk menjadi juara pada musim ini di Premier League. Meski keadaan mereka saat ini sudah terbilang kesulitan untuk mendapatkannya, namun harapan terebut masih bisa di raih, asalkan Leicester City gagal meraih kemenangan di sisa musim ini. Sementara itu, Spurs wajib meraup semua poin dan bisa melewati tantangan besar yang bakal mereka hadapi.

Spurs sedang mewanti-wanti jalan mulus Leicester meraih juara pada pekan ini, sebab mereka hanya membutuhkan satu kemenangan saja maka trofi Liga Inggris pun akan menjadi milik mereka. Meski demikian, sang manajer, Mauricio Pochettino yakin jika Manchester United bisa menggagalkan perayaan The Foxes saat berada di Old Trafford, sebab mereka juga dinilai bakal tidak akan diam saja untuk melihat sang rivalnya ini berpesta disana.

Sementara itu, Spurs juga berharap jika Leicester bakal kehilangan poin di tiga pertandingan yang tersisa saat ini. Meski sulit ditebak apa yang akan tejadi nantinya, tetapi mereka yakin jika hal tersebut bisa saja didapatkan oleh sang rival tersebut yang kini sedang menatap kedepan untuk melajutkan laju bagus mereka, lalu akhir musim ini dengan satu trofi di Premier League.

Berharap “The Red Devils” dapat menghadang Leicester pada pertarungan nanti malam, namun Spurs juga akan mendapatkan tantangan besar saat melawat ke markas Chelsea di Stamford Bridge. Laga ini yang akan menjadi penentu akhir bagi Harry Kane dan kawan-kawan, sebab mereka tidak boleh mendapatkan kekalahan pada laga tersebut atau pun berakhir imbang, maka usaha selama ini pun akan sia-sia yang sudah berjalan cukup jauh sampai saat ini.

Spurs akan sangat kesulitan saat menghadapi The Blues pada pertarungan nanti, sebab mereka memiliki catatan buruk sejak tahun 1990 lalu setiap pertemuan di liga sampai saat ini. Sementara itu, The Lilywhites juga sudah menelan kekalahan sebanyak 25 kali. Meski demikian, hasil-hasil buruk sebelumnya tidak akan memperpanjang keburukan ini kembali, sebab Spurs sangat yakin dengan performa terbaik pada musim ini akan menutup kekalahan terebut.

Ini memang sangat sulit dipercaya, karena sejauh ini penampilan Chelsea memang sangat menyulitkan ketika kedua kesebelasan ini bertemu di atas lapangan. Tantangan yang sangat besar ini pun harus bisa mereka jawab pada laga nanti, apakah Spurs akan tetap memperpanjang hasil buruk ini lagi, atau mala menutup kekalahan-kekalahan yang sudah mereka dapatkan sebelumnya.

Spurs hanya perlu mendapatkan kemenangan dan jangan memikirkan hasil buruk sebelumnya saat berada di Stamford Bridge, karena itu hanya akan memperburuk keadaan mereka saat pertandingan ini berlangsung. Mauricio Pochettino menegaskan kepada anak asuhnya ini untuk tidak terlalu gegabah untuk mematahkan sisi-sisi lawannya ini, sebab kondisi saat ini akan membuat Chelsea lebih terbuka untuk memberikan serangan-serangan hebat.

Pochettino, tidak ada yang tidak bisa di lakukan oleh Spurs sampai sejauh ini, karena performa terbaik yang mereka mainkan sekarang ini sudah menuai hasil-hasil positif lainnya, namun kini mental dan gaya permainan saja yang harus mereka amankan saat berada diatas lapangan nanti, karena hanya dengan hal-hal tersebut la akan membuat tim lawan tidak berdaya sama sekali ketika melihat lawannya bisa memainkan peran penting ini.

Berhadap Spurs bisa mendapatkan keunggulan terlebih dahulu, karena Kane yang kerap sekali menjebolkan gawang lawannya ini pun di nilai bakal bisa di dapatkan kembali saat berhadapan dengan Chelsea nanti. Kane akan membuktikan dirinya pada laga ini, karena gol-golnya ini sangat penting untuk kemenangan timnya nanti.

MU Akan Hadang Perayaan Leicester di Old Trafford

MANCHESTER, ENGLAND - OCTOBER 27:  A wide shot of the interior of Old Trafford ahead of the Barclays FA Premier League match between Manchester United and Middlesbrough at Old Trafford on October 27 2007, in Manchester, England. (Photo by Tom Purslow/Manchester United via Getty Images)

Manchester United tidak akan membiarkan Leicester City merayakan pesta juaranya ini di Old Trafford pada pertandingan nanti. Demi mengejar kans “Setan Merah” finis ke posisi empat besar di sisa musim ini, mereka semuanya akan berjuang untuk memenangi semua laga ini.

Peluang The Foxes untuk mengangkat trofi pada musim 2015/2016 di Premier League hanya menunggu waktu saja, karena posisi mereka saat ini sedang berada dipuncak teratas dengan catatan mengantongi 76 poin dan masih unggul tujuh poin bersama Tottenham Hotspur yang berada diurutan kedua dengan raihan 69 poin. Sementara itu, MU yang masih berada diperingkat kelima ini hanya tertinggal lima poin bersama Arsenal dan Manchester City yang berada di akhir zona empat besar.

Mengingat musim ini hanya tersisa tiga pekan lagi, maka “Setan Merah” pun tidak ingin membuang tiga poin tambahan ini sampai musim ini berakhir. Posisi MU untuk berada di empat besar klasemen masih terbilang bisa didapatkan lagi, sebab jarak poin bersama sang rival yang berada di urutan ketiga dan keempat ini pun dapat mereka kejar, asal kemenangan bisa mereka dapatkan di sisa musim ini dan berharap sang rivalnya ini terpeleset di laga berikutnya.

Demi menjaga semua ini, MU diminta untuk menjaga harga diri mereka saat menjamu Leicester di pekan ke-36 ini, karena laga yang akan berlangsung di Old Trafford nanti malam ini akan menjadi hari-hari yang special bagi Claudio Renieri bersama timnya, sebab mereka hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara di Liga Inggris setelah hasil akhir menyatakan positif untuk Leicester.

MU pasti tidak akan membiarkan semua ini terjadi dimarkas mereka, apa lagi didepan publiknya ini Wayne Rooney dan kawan-kawan tidak akan diam begitu saja melihat tim lawannya merayakan kesuksesan mereka disana. Laga nanti, MU akan mencoba untuk menahan semua serangan-serangan hebat yang dimiliki oleh Jamie Vardy berserta rekan lainnya ini, karena ketajaman mereka semuanya ini sudah diakui oleh siapa pun yang berhadapan dengan mereka, maka dari itu para sekuat MU pun akan membuktikan diri serta mengalahkan mereka dan menunda perayaan juara pada malam nanti.

Louis Van Gaal akan melakukan sesuatu untuk timnya pada pertarungan nanti, sebab dirinya menilai jika Leicester pasti akan sangat sulit untuk di taklukkan, karena di awal-awal musim ini tepatnya di pekan ke-14, MU hanya bisa mengamankan hasil imbang 1-1 saat berada di markas The Foxes. Meski hasil demikian tidak terlalu berdampak buruk, namun kualitas performa permainan mereka semakin lama semakin mengerikan untuk saat ini.

Meski sulit di tebak, namun MU akan tidak akan membiarkan mereka merayakan keberhasilan ini di markas sendiri, sebab fans-fans yang berada disana pasti akan sangat kecewa sekali ketika melihat tim kesayangannya ini harus melepaskan hak miliki yang sebelumnya menjadi milik mereka, namun kini mala harus diambil ahli oleh tim rivalnya ini beserta menjadikan Old Trafford sebagai perayaan mereka jika laga nanti bisa dimenangkan.

Sementara itu, Rooney juga yakin jika timnya bakal bisa mendapatkan kemenangan pada pertarungan nanti, karena dia menilai jika kualitas permainan yang dimiliki oleh MU saat ini telah menunjukkan banyak perubahan besar dibeberapa pertandingan sebelumnya, sehingga kepercaayan besar untuk menang lagi ini telah mereka dapatkan dalam waktu yang cukup singkat.

Saul Niguez Beri Kemenangan Pada Atletico

Saul Niguez

Atletico Madrid berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Bayern Munich di semifinal leg pertama Liga Champions 2015-2016. Gol tuan rumah dicetak oleh Saul Niguez. Hasil ini memberatkan pasukan Pep Guardiola di Allianz Arena yang harus menang dengan selisih dua gol.

Bermain di Vicente Calderon, Atletico langsung menggempur pertahanan Bayern. Tujuan utama mereka adalah mencetak gol secepatnya. Diego Simeone menerapkan formasi 4-4-2, skema yang sama pada saat berhadapan dengan FC Barcelona. Namun pelatih kelahiran Buenos Aires, Argentina itu langsung mengintruksikan kepada anak-asuhnya untuk menekan Bayern. Klub peserta Liga Spanyol tersebut bahkan membuat Bayern kesulitan dimana mereka biasanya selalu mengontrol pertandingan. Pemain Atletico dengan sukses memenangi duel satu lawan satu atau mencegat aliran bola. Pep sendiri tampak gusar dan merasa tidak puas dengan Douglas Costa yang mudah kehilangan bola. Pada menit 8 tuan rumah punya kans melalui Fernando Torres yang melepaskan tendangan kaki kiri namun bola terlalu lemah sehingga bisa diantisipasi oleh kiper Manuel Neur. Beberapa menit kemudian Los Cholchoneros membuka keunggulan 1-0 lewat Niguez. Gelandang berusia 24 tahun itu melakukan aksi individu dengan melewati beberapa pemain Bayern, sampai ke kotak penalti ia langsung mengirim tembakan ke tiang jauh. Neur tak sanggup menjangkau bola dan Bayern pun kebobolan.

Bisa ditebak FC Holywood bereaksi cepat. Arturo Vidal mendapat peluang lewat sundulannya namun bisa dihalau bek Jose Gimenez. Pihak tamu berhasil mengalirkan bola dan mengontrol pertandingan. Pada menit 17 David Alaba melakukan percobaan dari luar kotak penalti namun masih melambung tinggi. Berikutnya ada tendangan bebas Costa yang melebar tipis dari gawang Jan Oblak. Sampai disini, Bayern masih kesulitan menembus pertahanan rapat tuan rumah yang digalang oleh Felipe Luis dkk. Bayern pun membangun serangan dari sektor sayap, Kingsley Coman mengirim umpan datar tapi berhasil dipotong oleh Jan Oblak. Atletico juga mendapat kesempatan melalui Antonie Griezmann, namun ada Neur yang menghentikannya. Hingga jeda tidak ada gol tambahan.

Memasuki interval kedua The Bavarians menunjukkan determinasinya. Mereka menekan habis-habisan lini belakang tuan rumah. Menit 55 sebuah umpan sepak pojok berhasil ditanduk oleh Javi Martinez namun bisa diamankan Oblak di garis gawang. Robert Lewandowski mendapat kans lewat tembakannya, sial bola ditepis oleh Oblak sehingga melebar. Pep sadar bahwa timnya minim kreator, lantas melakukan pergantian, Thomas Mueller dan Frank Ribery masuk ke lapangan. Permainan agresif ditunjukkan Bayern dengan terus mengurung pertahanan Atletico. Di menit 71, Philip Lahm mengirim umpan kepada Costa, lalu eks pemain Shaktar Donetsk itu melakukan tendangan lob yang sayangnya berakhir diatas jala Oblak.

Empat menit kemudian tuan rumah nyaris membunuh Bayern, Torres melepaskan tendangan yang masih mengenai tiang gawang, kemudian bola rebound disambut Koke. Beruntung Neur sigap mengantisipasinya. Di sisa waktu yang ada, Bayern berusaha mengejar gol penyeimbang. Mehdi Benatia dan Vidal punya kesempatan, namun usaha keduanya bisa dihalau Oblak yang tampil brilian. Hingga laga usai skor 1-0 bertahan untuk kemenangan Atletico.

Selanjutnya di Leg kedua nanti, Bayern harus mencari dua gol agar bisa lolos ke partai final. Namun bukan perkara mudah bagi klub Bundesliga tersebut, karena bisa dipastikan Atletico akan bermain disiplin dalam menjaga pertahanannya. Barca yang merupakan juara bertahan musim lalu dibuat kecolongan dua gol pada pertandingan perempatfinal.

Keputusan Guardiola Dikritik

pep guardiola

Bayern Munich menuai kekalahan saat berhadapan dengan Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions musim 2015-2016. Kekalahan The Bavarians disebabkan oleh gol tunggal Saul Niguez yang bertahan hingga 90 menit waktu normal. Pep Guardiola pun menjadi sasaran kritik publik mengenai formasi yang ia gunakan. keputusan pelatih berkepala plontos itu mencadangkan Thomas Mueller menuai ketidakpuasan para fans dan sejumlah pengamat sepakbola dunia.

Seperti diketahui, Bayern menghadapi Los Cholchoneros di stadion Vicente Calderon. Pada laga itu Pep menurunkan Thiago Motta dan Kingsley Coman untuk memperkuat sektor tengah, keputusan tersebut tentu berakibat dibangku cadangkannya Thomas Mueller. Sebagai gantinya Robert Lewandowski yang harus bekerja keras di lini depan. Bayern yang bermain dengan banyak gelandang tidak begitu efektif dan harus kecolongan di menit 11 dimana Niguez dengan mudah melewati beberapa pemain sebelum mengirim tembakan maut ke gawang Manuel Neur. Parahnya, Pep sendiri baru menghadirkan Mueller di menit 70. Sejak terjadinya gol itu Bayern memang menciptakan banyak peluang tapi tidak ada satupun yang membuahkan gol. Dengan sisa waktu yang ada sudah terlambat bagi mereka untuk mengejar gol penyeimbang. Taktik ini sebenarnya agak mengherankan apalagi Mueller merupakan pemain tersubur di Bayern. Di ajang ini, striker timnas Jerman tersebut sudah mengoleksi 11 gol. Sehabis laga, Guardiola baru menjelaskan bahwa dirinya lebih memerlukan dua pemain sayap dan tiga gelandang ketimbang Thomas Mueller.

” Saya berusaha untuk menjadi seorang pemain profesional yang menerima semua keputusan tim. Hal itu tidak membuat anda senang, namun penting untuk menyadari sebuah kebutuhan klub,” ucap Mueller kepada media ESPNFC.

” Jika setiap pemain mengeluh, maka kami bisa melupakan target untuk mengejar apa yang diinginkan sebuah klub. Penting bagi saya untuk bisa menerima keputusan manajer. Dia telah melakukan yang terbaik untuk tim.”

Atas kekalahan ini, FC Holywood bakal menghadapi tantangan berat di putaran kedua semifinal Champions League. Meski bermain di Allianz Arena, Bayern harus bisa menang dengan margin dua gol agar lolos ke babak final. Beberapa media di Jerman menulis kritik terhadap keputusan eks pembesut FC Barcelona yang mencadangkan Mueller. Bahkan Ottmar Hitzfeld yang merupakan mantan pelatih Bayern mengkritik Guardiola.

” Saya kira ia mengambil keputusan yang kurang menguntungkan klub. Thomas untuk Bayern adalah seperti Lionel Messi untuk FC Barcelona. Hampir mustahil untuk mencadangkan mereka di pertandingan penting.” beber Hitzfeld.

Di lain pihak, Pep Guardiola saat ditanya kekalahan itu mengatakan Bayern lengah di awal pertandingan yang membiarkan Saul dapat mencetak gol.

” Kita berbicara tentang kuatnya pertahanan Atletico. Ini bukan hasil yang bagus buat kami. Selalu tidak memuaskan ketika anda gagal mencetak gol di laga tandang, namun kami masih punya 90 menit di leg kedua,” kata Pep.

” Gol itu terjadi dengan cepat dan pemain Bayern terlalu pelan. Saul adalah pemain yang fantastis baik secara individual ataupun kecepatannya,” sambung Pep kepada wartawan bola.

Meski demikian pria berumur 45 tahun itu menegaskan Bayern tidak akan menyerah kepada skuad Diego Simeone. Die Roten akan bangkit di Allianz Arena dan berusaha mencetak banyak gol disana. Namun bukan perkara mudah bagi Thomas Mueller cs untuk menaklukan Atletico. Pasalnya, klub peserta Liga Spanyol itu sanggup menyingkirkan juara bertahan (Barcelona) di laga perempatfinal lalu.

Muller Menjadi Pemain Kunci Die Roten

Thomas Muller

Mantan pelatih Munich ini memberi pujian kepada Muller yang bermain sangat bagus dia adalah messi kedua yang di katakan oleh mantan pelatih munich itu dia adalah pemain bintang di Germany yang mengimbangi Lionel Messi dan dia sudah membawa munich dalam dalam kemenangan yang sangat banyak dia adalah pemain yang sangat tidak bisa di remehkan dia adalah sosok Messi kedua dia sangat cepat dalam perkembangan dia melaju pesat sekali pada awal bergabung dengan munich dia adalah pemain yang sangat di andalkan oleh munich dia sudah berhasil membuat gol sangat banyak saat bergabung dengan Bayer Munich.

Saat awal bergabung dengan team besar Germany pada tahun 2009-2010 penampilan Muller sudah sangat banyak berkembang dan dia sering di puji-puji oleh para supporter dengan penampillannya dan saat ini mantan pelatih munich ini juga memujinya dan dia di sebut sebagai Messi kedua dengan skill yang sama hebat dan sangat di butuhkan oleh Munich dan sangat banyak team besar yang ingin mendatangkannya.

Dan pemain yang berusia 26 tahun itu berhasil membuat treble winners pada tahun 2012-2013 dia sangat melaju pesat dengan skiilnya dalam 42 pertandingan dia sudah berhasil membuat 31 gol ini yang membuat mantan pelatih munich ini memberi pujiaan kedapa Muller.

Bahkan dalam 42 pertandingan dia berhasil membuat 12 assist bersama teamnya dan berhasil mengumpulkan 31 goal saat di asuhan Josep Guardiola dia adalah sesosok pemain yang sangat cepat dalam menguasai pertandingan.

Muller memliki penggontrolan bola yang sangat baik yang beda dari pemain lain saat dia masih berada di team muda munich sudah banyak yang memberi dia pujian dengan penampilannya yang sangat bagus dan ketajamannya sangat luar biasa yang susah membuat kiper menghalau tendangannya.

Pemain 26 tahun itu di kenal dengan kecepatannya. menggontrol bola dengan bagus dan ketajamannya, maka sang mantan pelatih menyebutnya dia adalah sosok messi kedua yang sangat baik dalam melakukan pertandingan.

Babak Pertama Yang Berlangsung Ketat

El Madrigal

Pada babak pertama sampai saat ini pertandingan antara Villarreal sama Liverpool masih dengan skor 0-0 yang Liverpool pada bermain di kandang Villarreal mereka bermain sangat terbuka dan saling menyerang dan saat babak pertama possien masih di menangi oleh Villareal dengan 56% dan sebaliknya liverpool hanya 44% dan liverpool terus menerus di serang dan mereka bermain bertahan agar tidak kebobolan dan liverpool juga menyerang balik agar bisa membuat gol dan bisa memenangi pertandingan ini .

Jalannya pertandinga pertama kedua tim masih belum membuat gol dan masih hasil 0-0 tetapi pada awal pertandingan liverppol hampir saja mengubah kedudukan dengan skor 1-0 tetapi masih bisa di halau oleh kiper villarreal yaitu Sergio Asenjo yang selalu sigap dalam pertandingan agar bisa memenagi pertandingan kali ini.

Villarreal juga tidak mau kalah dengan Liverpool mereka juga menyerang pada menit ke-11 dengan tendangan dekat kotak penalti yang di tendang oleh Roberto Soldado dan sayang sekali tendagannya masih belum bisa membuat perubahan pada skorr dan tendangannya masih melebar jauh dari gawang liverpool. dan liverpool juga terus menyerang tidak mau kalah dengan villarreal. dan pada menit ke-15 liverpool menyerang lagi dan membuat ancaman ke gawang villarreal.

Tetapi sayangnnya ancaman tersebut masih belum bisa membuat hasil bagi Liverpool yang di lepaskan oleh Adam Lallana akan tetapi Villareal juga tidak mau kalah dengan liverpool mereka juga menyerang kembali gawang liverpool.

Pada menit ke-18 Liverpool sangat bisa mengendalikan penguasaan bola dan membuat Villarreal sangat terancam dengan penguasaan bola pada liverpool dan penguasaan bola itu tidak lama pada menit ke -20 villarreal mengancam kembali pada liverpool.

Pada menit ke-20 Cedric membuat peluang bagi villarreal tetapi sayangnya tendangan dari pemain villarreal ini masih bisa di halau oleh kiper liverpool dan pertahan liverpool sangat kuat dan susah membuat villarreal untuk menerobosnya ke dalam kotak penalti.

Dan pada akhir menit ke-30 Villarreal juga tidak mau tertekan dengan liverpool mereka terus menyerang balek liverpool akan tetapi liverpool bermain bertahan agar tidak bisa kebobolan goal dan sampai akhir babak pertama.