Monthly Archives: April 2019

Fortuna Dusseldorf Menang 4-1 atas Werder Bremen

Benito Raman

Dalam laga match day ke 31 pada ajang kompetisi Bundesliga Jerman yang berlangsung hari Sabtu (27/4/2019) malam hari di Merkur Spiel-Arena,tim tuan rumah Fortuna Dusseldorf yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun berhasil mendapatkan kemenangan dan juga raihan tiga poinnya usai menundukkan lawannya Werder Bremen dengan skor 4-1. Dimana gol-gol kemenangan dari tim tuan rumah Fortuna Dusseldorf itu pun dipersembahkan oleh Benito Raman, Kenan Karaman, Rouwen Hennings dan Markus Suttner. Sedangkan satu buah gol balasan dari tim Werder Bremen itu pun dipersembahkan oleh Max Kruse.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim tuan rumah Fortuna Dusseldorf yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun sudah berhasil memimpin dengan cepat 1-0 dimenit 1 pada babak pertama melalui gol dari Benito Raman. Keunggulan 1-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Fortuna Dusseldorf itu pun bertahan lumayan lama didalam sisa waktu yang ada pada babak pertama,dan akhirnya dimenit 23 pada babak pertama tim tuan rumah Fortuna Dusseldorf pun berhasil menambah keunggulannya menjadi 2-0 melalui gol dari Kenan Karaman. Hanya berselang 5 menit kemudian,tim Werder Bremen pun berhasil membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 2-1 melalui gol hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Max Kruse. Setelah itu skor 2-1 tersebut pun tetap bertahan dan bahkan tidak lagi berubah didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak pertama.

Didalam laga babak kedua,tim tuan rumah Fortuna Dusseldorf yang masih unggul dengan skor 2-1 didalam laga babak pertama itu pun masih tetap terlihat bermain dengan lebih baik dan lebih impresif dari awal mulainya laga babak kedua. Alhasil dimenit 56 pada babak kedua,tim tuan rumah Fortuna Dusseldorf pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 3-1 melalui gol dari Rouwen Hennings. Dimenit 73 pada babak kedua,tim tuan rumah Fortuna Dusseldorf pun barulah bisa menambah keunggulannya lagi menjadi 4-1 melalui gol dari Markus Suttner.

Dengan adanya raihan kemenangan dan tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah Fortuna Dusseldorf pada tadi malam itu pun tentunya membuat mereka berada diperingkat sepuluh pada papan klasemen Bundesliga Jerman dengan jumlah raihan 40 poin. Sedangkan tim Werder Bremen yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka tertahan diperingkat delapan dengan jumlah raihan 46 poin.

Borussia Dortmund Alami Kekalahan 2-4 dari tim Schalke 04

Salif Sane

Dalam laga match day ke 31 pada ajang kompetisi Bundesliga Jerman yang berlangsung hari Sabtu (27/4/2019) malam hari di Signal Iduna Park,tim tuan rumah Borussia Dortmund yang tampil didepan publiknya sendiri itu pun harus pupus dalam mendapatkan raihan poin positifnya usai mengalami kekalahan 2-4 dari lawannya Schalke 04. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Schalke 04 itu pun dipersembahkan oleh Salif Sane, Breel Embolo dan dua buah gol yang dikemas oleh Daniel Caligiuri. Sementara itu dua buah gol dari tim tuan rumah Borussia Dortmund itu pun dipersembahkan oleh Mario Gotze dan Axel Witsel.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim tuan rumah Die Borussen yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit dari tim Schalke 04. Sebab hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Die Borussen dengan tim Schalke 04 didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Akhirnya dimenit 14 pada babak pertama,tim tuan rumah Die Borussen pun berhasil memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu melalui gol dari Mario Gotze. Sayangnya keunggulan 1-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Die Borussen tersebut tidak bertahan lama,karena berselang 4 menit kemudian tim Schalke 04 berhasil membalas dan menyamakan kedudukannya menjadi imbang 1-1 melalui gol hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Daniel Caligiuri. Tidak berselang lama,tim Schalke 04 pun berhasil membalikkan keunggulannya menjadi 1-2 melalui gol dari Salif Sane. Setelah itu skor 1-2 tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak pertama.

Didalam laga babak kedua,tim tuan rumah Borussia Dortmund yang tertinggal 1-2 didalam laga tersebut itu pun memang mengharuskan mereka untuk bisa bermain dengan lebih baik agar nantinya bisa mengejar ketertinggalannya tersebut didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Sayangnya dimenit 60 pada babak kedua,tim tuan rumah Borussia Dortmund pun harus bermain dengan 10 orang dikarenakan Marco Reus mendapatkan ganjaran kartu merah dari sang wasit Felix Zwayer yang memimpin jalannya pertandingan pada tadi malam. Berselang 2 menit kemudian dari dikeluarkannya Marco Reus,tim Schalke 04 pun berhasil menambah keunggulannya menjadi 1-3 melalui gol dari Daniel Caligiuri. Tiga menit kemudian,tim tuan rumah Borussia Dortmund pun harus kembali kehilangan salah satu pemainnya dan hanya bermain dengan 9 orang usai Marius Wolf diganjar kartu merah oleh sang wasit Felix Zwayer. Meski hanya bermain dengan 9 orang,tim tuan rumah Borussia Dortmund pun masih tetap terlihat bermain dengan impresif,alhasil 6 menit menjelang akhir laga babak kedua tim tuan rumah Borussia Dortmund pun berhasil memperkecil kedudukannya menjadi 2-3 melalui gol dari Axel Witsel. Berselang 2 menit saja,tim Schalke 04 pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 2-4 melalui gol dari Breel Embolo.

Raihan kemenangan dan tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim Schalke 04 pada tadi malam itu pun tentunya membuat mereka berada diperingkat 15 pada papan klasemen Bundesliga Jerman dengan jumlah raihan 30 poin. Sedangkan tim tuan rumah Die Borussen yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka tertahan diperingkat kedua dengan jumlah raihan 69 poin.

AS Roma Tundukkan Cagliari 3-0 Tanpa Balas

Federico Fazio

Dalam laga giornata ke 34 pada ajang kompetisi Serie A Italia yang berlangsung hari Sabtu (27/4/2019) malam hari di Stadio Olimpico,tim tuan rumah AS Roma yang tampil didepan publiknya sendiri itu pun berhasil mengantongi raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menaklukkan tim Cagliari dengan skor 3-0 tanpa balas. Dimana gol-gol kemenangan dari tim tuan rumah AS Roma itu pun dipersembahkan oleh Federico Fazio, Javier Pastore dan Aleksandar Kolarov.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim tuan rumah I Lupi yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang sudah mulai terlihat bermain dengan lebih impresif dari awal mulainya laga babak pertama. Hasilnya dimenit 5 pada babak pertama,tim tuan rumah I Lupi pun sudah berhasil memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu melalui gol dari Federico Fazio. Hanya berselang 3 menit saja,tim tuan rumah I Lupi pun sudah berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 melalui gol dari Javier Pastore. Namun setelah itu skor 2-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah I Lupi tersebut pun lantas tetap bertahan dan bahkan tidak lagi berubah didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak pertama.

Memasuki laga babak kedua,tim tuan rumah AS Roma yang sudah unggul dengan skor 2-0 didalam laga babak pertama itu pun memang masih diharuskan untuk bisa bermain dengan lebih baik dan lebih impresif lagi agar nantinya mereka pun bisa tetap menjaga keunggulannya tersebut didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Apalagi seperti yang kita ketahui bahwa tim Cagliari yang tengah tertinggal itu pun juga tengah berusaha untuk bisa bermain dengan lebih baik dalam mengejar ketertinggalannya tersebut. Empat menit menjelang akhir laga babak kedua,tim tuan rumah AS Roma pun barulah bisa menambah keunggulannya menjadi 3-0 melalui gol dari Aleksandar Kolarov.

Atas raihan kemenangan dan tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah I Lupi pada tadi malam itu pun tentunya membuat mereka sementara berada diperingkat keempat pada papan klasemen Serie A Italia dengan jumlah raihan 58 poin. Sedangkan tim Cagliari yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka berada diperingkat 11 dengan jumlah raihan 40 poin.

Zidane telah menyebutkan dengan masa depan tentang Brahim Diaz

Brahim Diaz

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane memberikan pujian kepada Brahim Diaz. Zidane menilai sang pemuda punya masa depan yang cerah usai tampil gemilang melawan Getafe. Karena dengan Real Madrid sudah melakoni partai Derby Madrid pada hari ini. Dan sehingga dengan mereka akan segera untuk bertandang ke Coliseum Alfonso Perez, maka mereka akan bermain dengan menghasilkan skor imbang 0-0 dengan tuan rumah Getafe.

Meski bermain imbang, Real Madrid bermain dengan cukup apik pada laga tersebut. Salah satu pemain yang menonjol dari skuat Los Blancos pada saat itu adalah Brahim Diaz, di mana sang gelandang serang kerap menghadirkan ancaman yang nyata ke gawang Getafe.

Zidane telah mengakui sangat merasa puas dengan cara taktik bermain dari sang pemudanya. “Saya sangat merasa dengan senang karena dengan perkembangannya.” Ujar Zidane di situs resmi Real Madrid.

Zidane telah mengakui bahwa ia sangat menikmati dengan cara permainnya dari Diaz pada saat di pertandingan Jornada untuk ke tiga puluh empat La Liga.

Zidane menilai sang pemain tampil dengan kemampuan dan juga tekad juang yang bagus sehingga penampilannya begitu memukau pada laga tersebut.

“Dia bermain dengan sangat baik tadi. Dia suka tampil di atas lapangan dan saya sangat menyukai pemain yang tidak kenal rasa takut. Dua kakinya sama bagusnya dan ia juga sangat cepat.”

Zidane juga optimis bahwa Diaz bisa menjelma menjadi pemain top di Real Madird di masa depan. Zidane percaya bahwa sang gelandang serang punya potensi yang besar sehingga ia bisa terus berkembang menjadi pemain yang lebih baik dari hari ke hari.

Dia bermain dengan sangat baik namun dia harus keluar karena mengalami kram. Dia bermain dengan sangat baik hari ini dan saya suka atas permainannya.

“Saya benar-benar menyukai gaya bermainnya. Mari kita lihat apa yang akan terjadi di musim depan. Kuncinya adalah apa yang sudah ia lakukan saat ini.” Tandasnya.

Pihak dari Manchester City siap merekrut Marcos Llorente

Marcos Llorente

Marcos Llorente tidak perlu susah payah untuk mencari klub baru dilepas oleh Real Madrid. Karena, sang gelandang kini telah di kabarkan menjadi salah satu pemain yang masuk dalam radar transfer klub Manchester City.

Marcos Llorente sempat mengundang decak kagum saat bermain di Deportivo Alaves pada musim 2016/17. Saat itu, dia sedang menjalani masa peminjaman. Marcos Llorente mampu tampil regular di Alaves dengan mencatatkan 32 laga dalam semusim.

Setelah musim gemilang tersebut, Marcos Llorente kembali ke Real Madrid. Dua musim sudah dijalani yakni pada musim 2017/18 dan musim 2018/19. Namun, dia tidak pernah benar-benar mencapai level puncak permainannya.

Pada musim 2017/18 lalu, Marcos Llorente hanya memainkan 13 laga dalam satu musim di La Liga. Pemain 24 tahun hanya lima kali tampil sebagai pemain inti. Situasi tidak jauh berbeda pada musim 2018/19 ini.

Hingga pekan ke-34, Marcos Llorente baru memainkan lima pertandingan di La Liga. Selain karena kalah bersaing, salah satu alasan mengapa dia sulit bermain reguler adalah karena masalah cedera yang kerap menimpanya.

Namun adanya sebuah media yang berasal dari Spanyol telah menyebutkan bahwa dengan Llorente tidak perlu resah bahwa tidak di butuhkan oleh kepada Real Madrid. Karena Manchester City yang menarik untuk memakai jasanya. Llorente adanya pemain yang memikat bagi Manchester City.

Dalam pandangan Josep Guardiola, Marcos Llorente bisa jadi pemain penting bagi Man City. Dia bisa jadi opsi lain bahwa Ilkay Gundogan memutuskan untuk tidak lagi bertahan musim depan. Dia juga bisa jadi penerus Fenandinho yang kini sudah berusia 33 tahun.

Marcos Llorente sejatinya bukan pilihan utama dalam daftar incaran Manchester City. Ada nama lain masuk dalam daftar paling atas pemain buruan Man City. Gelandang yang jadi pilihan utama Man City yakni Julian Weigl.

Julian Weigl adalah pemain Borussia Dortmund. Pemain berusia 23 tahun ini punya gaya bermain mirip sekali dengan sosok Fernandinho. Dia sejak lama jadi pemain impian Pep Guardiola, bahkan saat masih melatih di Bayern Munchen.

Hanya saja, pihak Dortmund disebut memblokir transfer Julian Weigl pada musim depan. Dortmund masih belum punya rencana melepas mantan pemain 1860 Munich. Sebab, Julian Weigl masih akan ditahan setidaknya hingga dua musim ke depan.

Juan Mata tampaknya akan segera berakhir

Juan Mata

Kontrak Juan Mata dengan Manchester United akan habis pada akhir musim 2018/19 ini. Juan Mata disebut akan pindah klub dan pilihannya sejauh ini dikabarkan antara Barcelona atau Atletico Madrid.

Manchester United dan Juan Mata sejauh ini belum mencapai kata sepakat untuk kontrak baru. Mantan pemain Chelsea itu dikabarkan masuk dalam daftar jual United musim depan. Sebab, dia tidak masuk dalam rencana tim.

Tidak ada nama Juan Mata dalam rencana Ole Gunnar Solksjaer musim depan. Hal ini bahkan sudah terlihat beberapa laga terakhir. Juan Mata tidak lagi jadi pilihan utama dalam setiap laga United.

Juan Mata bergabung dengan United pada tahun 2014 lalu dari Chelsea. Hingga sekarang, pemain berusia 30 tahun itu telah memainkan lebih dari 200 laga. Tapi, kini Juan Mata sudah tidak lagi jadi pilihan secara reguler di skuat utama Setan Merah.

Karena situasi tidak juga berubah, Juan Mata bisa meninggalkan United dengan status bebas transfer pada akhir musim 2018/19. Dan, Juan Mata disebut sedang mempersiapkan untuk kembali ke Spanyol musim depan.

SPORT mengatakan bahwa Juan Mata akan lebih memilih pindah ke Atletico. Dia akan menepikan tawaran dari Barcelona. Sebab, Mata merasa kesempatan bermain di Atletico akan lebih banyak dibanding saat pindah ke Barca.

Juan Mata memang belum membuat keputusan secara pasti klub mana yang akan dia bela pada musim depan. Namun, sudah ada satu keputusan pasti yang telah diambil oleh Juan Mata. Dia tidak akan pindah ke Manchester City, rival sekota United.

Juan Mata juga tidak akan pindah ke Liverpool, rival tradisional United. Pasalnya, Juan Mata tidak ingin mengkhianati klub yang dibelanya.

“Man City Saya rasa itu bukan destinasi ideal baginya. Ada dua klub yang tidak akan diperkuat oleh Juan, yaitu Liverpool dan City. Kami sangat menghormati para pendukung Manchester United. Dia diperlakukan dengan sangat baik selama di sana dan ia tidak ingin melukai mereka.” Ucap ayah Juan Mata, Juan Manuel Mata Rodriguez.

Manchester City Tak Gentar Kunjungi Old Trafford

Pep Guardiola

Pep Guardiola mengatakan tidak lagi menakutkan bagi Manchester City untuk mengunjungi Old Trafford City, yang membutuhkan kemenangan untuk mengungguli pemimpin Liverpool dan mempertahankan harapan gelar mereka di tangan mereka sendiri, memiliki rekor kuat di United dalam beberapa tahun terakhir, setelah hanya kalah sekali di Liga Premier sejak 2011.

Tetapi mereka hanya memiliki satu kemenangan dalam 37 pertandingan. tahun sebelumnya ketika United, terutama di bawah Sir Alex Ferguson, mendominasi pertandingan.

“Jarak antara kualitas para pemain yang dimiliki Manchester City dalam 10 musim terakhir membuat pertandingan ini sedikit lebih sama dari sebelumnya, ketika di masa lalu selisihnya sedikit lebih besar.”

City telah memenangkan 10 pertandingan Liga Premier berturut-turut, sementara United hanya menang dua dari delapan pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi dan menderita kekalahan 4-0 di Everton pada hari Minggu. Guardiola mengatakan dia berharap pertandingan hari Rabu akan semakin sulit setelah itu ketika Ole Gunnar Solskjaer mengejar posisi empat besar.

“Ini adalah derby, dan sepanjang waktu kami bermain melawan United, mereka adalah pertandingan khusus dan para pemain melakukan yang terbaik untuk diri mereka sendiri, para penggemar dan klub, saya melihat permainan dan saya bisa membayangkan apa yang akan terjadi terhadap kami. Ini adalah permainan yang berbeda. ”

City akan tanpa Kevin De Bruyne setelah ia tertatih-tatih keluar dari kemenangan Sabtu atas Spurs karena cedera hamstring, dan gelandang Belgia itu menghadapi perlombaan untuk menjadi fit untuk final Piala FA. Musim De Bruyne telah terganggu oleh cedera, dan Guardiola mengatakan City akan membahas cara terbaik untuk mengurangi kemunduran itu musim depan.

“Biasanya, dengan kompetisi yang Anda miliki di Inggris, Anda tidak punya waktu untuk melakukan persiapan. Anda bermain setiap tiga hari. Cara terbaik adalah memiliki pramusim yang baik. Sekarang dia harus memperhatikan detail kecil untuk melihat apakah dia bisa bermain satu atau dua pertandingan lagi musim ini dan musim depan.

Unai Emery Yakin Timnya Finish Di Empat Besar

Unai Emery

Unay Emery optimis tentang peluang timnya lolos ke Liga Champions, meski kalah mengejutkan di akhir pekan. Unai Emery yakin Arsenal dapat finis di empat besar Liga Premier, meskipun ada kemunduran timnya melawan Crystal Palace pada hari Minggu.

Kekalahan 3-2 di kandang dari The Eagles membuat tim London utara itu menolak kesempatan untuk melampaui rival lokal mereka, Spurs, yang juga kalah 1-0 dari Manchester City pada akhir pekan. Pelatih Spanyol mengakui timnya melakukan kesalahan terhadap Palace yang dihukum tetapi bersikeras The Gunners bergerak ke arah yang benar.

“Pertama, kami membuat kesalahan yang biasanya tidak kami lakukan di rumah,” kata Emery pada konferensi pers pada hari Selasa. Yang kedua adalah bahwa mereka menggunakan kesalahan kita untuk [menghukum kita] dan menghasilkan kinerja yang melawan kita. Mereka memiliki pemain bagus. Pertama untuk kita, kedua untuk mereka. Kami bisa kalah dan kami bisa menang, tapi saya pikir tim menunjukkan konsistensi dan satu pengecualian seperti hari Minggu tidak bisa memberi kami keraguan atau kehilangan kepercayaan diri.

“Ya [saya yakin akan posisi empat besar]. Itu juga tergantung pada hasil tim lain. Ada di tangan kita apakah kita menang. Pada hari Minggu, kami tidak menang, mungkin itu bisa terjadi di pertandingan berikutnya. Ada di tangan kita apakah kita menang, tetapi kemudian kita akan memainkan pertandingan yang sulit. Kami ingin menjadi cerdas dan konsisten dalam 38 pertandingan. Terkadang, satu undian bisa menjadi jalannya. ”

Emery menegaskan bahwa The Gunners akan tanpa Aaron Ramsey dan Denis Suarez untuk pertandingan Rabu melawan Wolves tetapi menolak untuk ditarik pada kebugaran pemain lain. Dia membela tanggapannya yang luar biasa cerdik dengan mengatakan dia ingin menyembunyikan informasi dari para pesaingnya.

“Saya tidak memberi tahu Anda apa ide kami dengan para pemain, dengan sistem, dengan para pemain yang cedera atau XI pertama. Saya ingin menyimpan semua informasi untuk saya sendiri besok. Maaf, saya pikir itu lebih baik bagi kita. “

Raheem Sterling Kesal Dengan Pelecehan Rasisme

Raheem Sterling

Raheem Sterling mengatakan klub-klub harus diberikan pengurangan sembilan poin otomatis dan diperintahkan untuk bermain tiga pertandingan secara tertutup jika pendukung mereka mengambil bagian dalam perilaku rasis. Pihak berwenang harus mengadopsi perubahan radikal untuk mengatasi masalah, kata Sterling, setelah menandatangani sebuah manifesto yang menyerukan hukuman yang konsisten dan sesuai untuk perilaku rasis dan diskriminatif.

“Saya akan meminta pengurangan sembilan poin otomatis untuk pelecehan rasis,” tulisnya di kolom Times.

“Kedengarannya kasar, tapi penggemar mana yang akan mengambil risiko perilaku rasis jika itu bisa menurunkan tim mereka atau merusak tawaran gelar mereka? Klub harus memainkan tiga pertandingan secara tertutup. ”

Sterling bergabung dengan sejumlah profesional dan klub dalam mendukung manifesto yang juga mencari lebih banyak orang etnis kulit hitam dan minoritas di posisi senior dalam sepakbola dan tidak ada sanksi bagi pemain yang berjalan di luar lapangan jika mereka menghadapi rasisme. Poin-poin utama dari manifesto ini juga mencakup media sosial untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab dalam menangani penyalahgunaan.

“Naik turun permainan, di seluruh dunia, pemain kulit hitam dan Asia, penggemar dan pelatih menjadi sasaran rasisme. Setiap hari, mulai dari park football hingga Liga Champions, menurut pendapat saya orang-orang yang menjalankan permainan tidak melakukan hal yang cukup dekat untuk menyelesaikan masalah. Dan itu tidak cukup baik. ”

Awal musim ini, Sterling menuduh beberapa bagian media Inggris mengobarkan rasisme dengan penggambaran negatif pemain muda kulit hitam.

Pemain 24 tahun itu mengalami pelecehan rasis selama kualifikasi Euro 2020 Inggris di Montenegro pada Maret, sementara ada banyak kasus lain di sepakbola Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Sterling, yang sedang dalam proses untuk penghargaan Pemain Asosiasi Pemain Profesional tahun ini, mengatakan bahwa ia tidak ingin pemain kulit hitam muda menanggung apa yang ia miliki.

“Saya tidak tahu berapa lama waktu untuk hal-hal berubah tetapi kita harus mulai sekarang. Saya tidak ingin generasi pemain kulit hitam berikutnya harus tahan dengan kejahatan ini, “katanya.

Burnley Dituduh Bermain Bertahan

Sean Dyche

Pelatih Burnley Sean Dyche menepis anggapan bahwa timnya anti-sepakbola setelah mendapat hasil imbang 2-2 dengan Chelsea pada hari Senin, Jeff Hendrick dan Ashley Barnes mencetak kedua sisi gol dari N’Golo Kante dan Gonzalo Higuain untuk Chelsea selama babak pertama yang menghibur di Stamford Bridge dan Burnley bertahan untuk satu poin dalam perjuangan mereka untuk bertahan di Liga Premier sebelum bek Chelsea David Luiz menuduh mereka bermain bertahan Tapi Dyche menepis tuduhan David Luiz, mengatakan timnya sudah membuktikan sebaliknya musim ini. “Ya, dengan upah 58 juta poundsterling, membuat sebagian besar pemain menemukan cara untuk mendapatkan 40 poin di Liga Premier, saya cukup senang bersikap adil,” katanya dalam konferensi pers.

“Dua puluh delapan poin dari 16 pertandingan, Anda tidak dapat melakukannya dengan anti-sepakbola, Anda harus bermain sepakbola untuk mendapatkan banyak poin dan Kami berada di posisi yang sangat kuat, tetapi Anda bisa melihat fakta tentu Kami tahu itu adalah penanda besar 40 poin tetapi kami harus mengetahuinya. ” Hasilnya membuat Burnley unggul sembilan poin dari zona degradasi dengan tiga pertandingan tersisa, sementara itu melukai peluang empat besar Chelsea, Dyche tidak terpengaruh oleh pandangan lawan-lawannya tentang timnya, memuji Burnley karena menemukan cara untuk mendapatkan hasil.

“Mereka dapat memiliki opini apa pun yang mereka inginkan sebab Semua orang diperbolehkan berpendapat, Jika kami mampu membayar para pemain yang mereka miliki, saya akan suka, semua manajer suka untuk bermain total football dan memenangkan semua waktu, tetapi itu tidak mudah jadi anda harus melakukan apa yang Anda lakukan untuk menang dan menjadi sukses, lihatlah jumlah pemain yang kami kembangkan, ketekunan kelompok, tempat para pemain bermain untuk bermain di Liga Premier jadi Anda harus menikmati momen ini, dan kami tentu menikmati momen ini tidak peduli dengan apa yang dituduhkan oleh segelintir orang karena bagi kami itu adalah sesuatu yang sangat penting sekali untuk bisa bertahan di sana.”