Monthly Archives: October 2019

Liverpool tampaknya harus menerima Loris Karius

Loris Karius

Liverpool seakan dipaksa menerima Loris Karius kembali. Pasalnya, Besiktas ingin batalkan kontrak peminjaman kiper asal Jerman tersebut, Januari nanti. Besiktas rupanya sudah tak tahan dengan rentetan blunder dan permainan buruk yang ditampilkan Karius bersama klub Turki tersebut. Dua musim lalu, kiper 26 tahun ini juga lakukan blunder di laga penting klub Merseyside tersebut, yakni di final Liga Champions melawan Real Madrid, hingga ia dinilai menjadi salah satu penyebab kekalahan the Reds dalam laga tersebut.

Pelatih Jurgen Klopp langsung meminjamkan Karius ke Besiktas tak lama setelah itu. Tapi, beberapa kali pula berita mengenai blunder yang dilakukan Karius sama persis seperti yang dilakukannya bersama the Reds, terulang di Besiktas.

Akhirnya, setelah kabar serupa sempat terdengar beberapa kali, kini tiga bulan jelang dibukanya bursa transfer musim dingin Januari, Besiktas pun menyatakan ingin memotong masa peminjaman Loris Karius dan mengirimnya kembali ke Anfield.

Karius sebenarnya teken kontrak peminjaman selama dua tahun, usai penampilannya yang memalukan bersama Liverpool di final Liga Champions dua musim silam. Tapi sekarang laporan yang berkembang di Turki menyebutkan, tim yang sudah 15 kali menjadi juara liga tersebut mencoba untuk membuka negosiasi guna membatalkan pinjamannya.

Menurut Takvim yang dilansir SunSport, presiden Besiktas Ahmet Nur Cebi sedang mencari cara untuk menyegarkan kembali skuadnya. Kabarnya lagi, Besiktas kini telah dekati kiper Fulham, Fabri, yang tengah dipinjamkan ke Real Mallorca, sebagai pengganti Karius.

Fabri pernah menghabiskan karirnya selama dua tahun bersama Besiktas, yakni pada 2016 hingga 2018. Dia juga ikut membawa klub tersebut memenangkan gelar Super Lig di musim pertamanya.

Karius sudah benar-benar dianggap gagal menawan hati para pendukung Besiktas. Apalagi sejak datang tahun lalu, penampilannya kerapkali mengecewakan, terlebih lagi di tahun ini.

Tapi akhir pekan lalu, Karius seakan berhasil membantu dirinya sendiri dari umpatan para suporter, dengan menjaga gawangnya clean sheet di laga melawan Galatasaray yang berakhir dengan kemenangan Besiktas, 1-0.

Awal bulan ini, Karius juga menyatakan dia ingin kembali ke Liga Premier lagi baik bersama the Reds atau tim Inggris yang lain.  “Apakah saya akan bermain untuk Liverpool lagi. Tentu saja itu akan menjadi pilihan dan opsi yang bagus untuk tetap berada di sana.” Ujarnya beberapa waktu lalu.

“Mungkin saya akan bermain untuk mereka lagi, Anda tidak pernah tahu. Itu masih jauh di depan. Jika bukan mereka, saya akan dapatkan tim yang layak, jadi saya tidak khawatir dengan skenario apapun.” Tegasnya.

“Liga Premier merupakan liga terbaik, sehingga tentu saja menarik. Jika bermain di Inggris, maka akan selalu sedikit lebih menjadi sorotan, tapi saya berada di klub yang bagus sekarang, kita lihat saja apa yang terjadi di akhir musim.” Ujar Karius.

Ronaldo Istirahat, Juventus Gagal Taklukkan Lecce

Cristiano Ronaldo

 

Juventus tampil tanpa ada Cristiano Ronaldo waktu bertemu Lecce pada pertandingan minggu ke-9 Serie A, di Stadio Lewat del Mare, Sabtu (26/10/2019). Tidak diperkokoh Ronaldo, Juve harus senang bermain 1-1 kontra Lecce.

Kapten Tim nasional Portugal itu tidak dilibatkan dalam laga kesempatan ini. Ronaldo diistirahatkan sebab tampil sepanjang 90 menit dalam 10 pertandingan yang telah dimainkan pada musim ini.

Hasil seimbang itu membuat tempat La Vecchia Signora di pucuk klassemen sesaat Serie A terancam. Sekarang, mereka mendulang 23 point, unggul dua angka atas Inter Milan di rangking ke-2.

Inter juga akan menggantikan tempat paling atas dari Juventus, bila dapat menaklukkan Parma di Giuseppe Meazza, Sabtu malam WIB. Selain itu, Lecce naik ke rangking 16 dengan nilai delapan.

Tampil tanpa ada Cristiano Ronaldo, pelatih Juventus, Maurizio Sarri, mengaplikasikan susunan 4-3-1-2. Sarri menduetkan Gonzalo Higuain serta Paulo Dybala di posisi depan.

Walau tidak diperkokoh CR7, I Bianconeri dapat tampil menguasai. Di menit ke-15, Higuain sukses menjebol gawang Lecce sesudah manfaatkan umpan dari Alex Sandro.

Namun, gol itu dibatalkan video assistant referee (VAR). Berdasar siaran lagi lewat VAR, Gonzalo Higuain ada dalam tempat offiside waktu terima umpan dari Alex.

Selain itu, Lecce masih kesusahan tembus pertahanan Juventus. Bola hasil shooting Diego Farias di menit ke-31 serta Panagiotis Tachtsidis menit ke-34 belum juga menjumpai target. Sampai set pertama selesai, Juventus 0 Lecce 0

Masuk paruh ke-2, Juventus masih kuasai jalannya laga. Pertandingan baru saja berjalan 48 menit, Juve memperoleh hadiah penalti sesudah Jacopo Petriccione menjatuhkan Miralem Pjanic di kotak terlarang.

Paulo Dybala yang maju jadi pelaksana eksekusi jalankan pekerjaannya secara baik. Bola hasil sepakan 12 cocok Dybala ke bagian kanan tidak dapat ditepis penjaga gawang Lecce, Gabriel.

Di menit ke-55, giliran Lecce yang memperoleh penalti. Wasit Paolo Valeri yang pimpin jalannya pertandingan memberi penalti pada Lecce, sebab Matthijs de Ligt lakukan handball.

Marco Mancosu yang maju jadi algojo tidak menyiakan peluang itu. Lecce juga sukses mengubah posisi jadi 1-1.

Masuk menit-menit akhir, Juventus makin tingkatkan intensif serangan. Namun, sampai laga selesai tidak ada gol penambahan yang terbentuk.

Selain itu, Juventus diberitakan akan memonitor perubahan pemain Bayer Leverkusen, Kai Havertz. Tetapi, Juventus tidak bersedia bila harus ikuti perang penawaran dengan club lain.

Kai Havertz jadi komoditas panas pada bursa transfer pemain. Dia disebutkan bisa menjadi rebutan tim-tim top Eropa.

Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, disebutkan jadi satu antara pelatih yang ingin mengatasi Havertz. Hal tersebut membuat manajemen Juventus berupaya merealisasikannya.

Juventus akan kirim pemandu bakatnya untuk memonitor perform Havertz sepanjang November 2019. Hal tersebut akan memastikan ketetapan club untuk membawa Havertz pada bursa transfer musim panas 2020.

Tetapi, Juventus mempunyai satu ketentuan bila ingin datangkan Havertz. Juventus cuma ingin bernegosiasi dengan Bayer Leverkusen serta tidak mau diikutsertakan dalam perang harga.

Bayer Leverkusen diperkirakan akan berupaya memperoleh uang sebanyaknya dari penjualan Havertz ke club lain.

Tidak hanya Juventus, club lain yang telah mengatakan minatnya pada Havertz ialah Bayern Munchen.

Minat Juventus pada Kai Havertz bisa jadi peringatan untuk Paulo Dybala. Pemain Juventus itu harus siap angkat kaki bila Juventus betul-betul datangkan Havertz.

Sekarang, Dybala sedang berupaya keras untuk menunjukkan dianya pada Maurizio Sarri. Dybala tampil spesial saat sukses cetak gol ke gawang Inter Milan.

Diluar itu, Dybala mengantar Juventus menang saat hadapi Lokomotiv Moscow di Liga Champions.

Juventus Ditahan Imbang 1-1 Oleh Lecce

Paulo Dybala

 

Penalti dibalas dengan penalti. Juventus yang sempat memimpin melalui penalti Paulo Dybala mesti puas bermain seri 1-1 dengan Lecce setelah dijebol lewat penalti juga.

Bertamu ke Via del Mare pada hari Sabtu (26/10/2019) malam WIB pada giornata 9 Serie A, Juventus bermain dengan dominan. Namun rapatnya lini belakang Lecce membuat tim tamu cukup suli memberikan ancaman nyata.

Total ada 25 tembakan yang dilepaskan Juventus, namun cuma 4 yang mengarah ke sasaran. Sementara itu Lecce mempunyai 10 tembakan dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang.

Juventus baru memecah kebuntuannya melalui penalti pada menit ke-50 setelah Miralem Pjanic dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Dybala berhasil menaklukkan Gabriel.

Akan tetapi keunggulan Juventus hanya bertahan 5 menit. Tim tuan rumah juga mendapatkan hadiah penalti setelah Matthijs De Ligt menyentuh bola dengan tangannya. Marco Mancosu menyamakan kedudukan lewat titik 12 pas. Skor 1-1 itu tetap bertahan sampai pertandingan berakhir.

I Bianconeri masih memuncaki klasemen sementara dengan nilai 23 poin, namun berpeluang disalip Inter Milan. Inter menempel dengan 21 poin dan baru akan melawan Parma beberapa jam lagi. Sementara I Salentini naik ke peringkat 16 dengan nilai 8 poin.

Jalannya Laga

Baru 2 menit, Juventus sudah mendapatkan ancaman. Upaya De Ligt melakukan sapuan justru membuat bola jatuh ke kaki Zan Majer. Lalu Majer menyambar bola dengan tendangan keras yang masih bisa diantisipasi Wojciech Szczesny.

Emre Can mengklaim penalti pada menit ke-8 usai merasa dijatuhkan oleh Panagiotis Tachtsidis. Wasit Paolo Valeri bergeming. Tayangan ulang juga memperlihatkan kontak yang minim antara kedua pemain.

Tidak lama kemudian, Juventus mengancam melalui Federico Bernardeschi dan Dybala. Namun percobaan kedua pemain ini masih mengenai pemain bertahan Lecce.

Umpan Dybala dari tendangna sudut di menit ke-13 menemui kepala Leonardo Bonucci. Sundulan Bonucci melayang tipis di atas gawang Lecce.

Juventus bisa membobol gawang Lecce pada menit ke-15 usai Gonzalo Higuain menuntaskan umpan Alex Sandro. Akan tetapi VAR (Video Assistant Referee) meninjau gol itu dan membatalkannya karena Higuain sudah terlebih dulu berada dalam posisi offside.

Lecce mencoba membalas lewat tusukan Diego Farias dari sebelah kiri di menit ke-21. Tapi sepakannya melambung.

Sebuah percobaan dari Higuain tidak lama berselang masih melenceng di samping gawang Lecce. Giliran tembakan Dybala yang belum mengarah ke sasaran.

Kans lainnya dari Dybala pada menit ke-27. Mendapatkan umpan terobosan Bernardeschi, Dybala mengarahkan sepakan mendatar ke sudut kanan bawah gawang. Namun Gabriel masih bisa menjangkau dan menghalau si kulit bundar.

Tembakan jarak jauh Tachtsidis pada menit ke-35 masih melenceng dari gawang Juventus.

Juventus menyerang Lecce pada sisa waktu babak pertama, namun masih belum bisa membobol gawang Gabriel. Paruh pertama pun berakhir dengan skor kacamata alias 0-0.

Juventus memperoleh hadiah penalti pada menit ke-48 usai VAR merubah keputusan wasit Valeri. Pjanic dijatuhkan Jacopo Petriccione di dalam kotak terlarang. Dybala yang maju sebagai algojo berhasil membobol gawang Gabriel dan membawa Juventus memimpin 1-0.

Lecce langsung mencoba merespons melalui tembakan Mancosu pada menit ke-54. Akan tetapi tendangan Mancosu masih bisa diantisipasi Szczesny.

Lecce mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-56. Crossing Marco Calderoni dari sebelah kiri mengenai tangan De Ligt. Mancosu yang menjadi algojo berhasil menaklukkan Szczesny dan merubah skor menjadi 1-1.

Juventus membuang sebuah peluang bagus untuk unggul pada menit ke-62. Bernardeschi berada dalam posisi bebas setelah menerima umpan Sandro. Bernardeschi sudah melewati Gabriel, namun tembakannya malah hanya mengenai tiang gawang.

Umpan Bernardeschi dari sepakan bebas pada menit ke-76 mengarah ke Bonucci. Tapi upaya Bonucci masih melambung. Tendangan Juan Cuadrado semenit kemudian melenceng dari gawang Lecce.

Juventus terus mencoba menyerang Lecce. Tembakan Higuain dari muka kotak penalti masih melambung.

Higuain sempat memberikan ancaman lainnya pada menit ke-96. Namun sepakan Higuain maish bisa diantisipasi Gabriel. Tidak ada lagi gol yang tercipta sampai pertandingan berakhir. Skor 1-1 pun menutup jalannya pertandingan ini.

Derby Sukses Menang Tipis Atas Wigan

Graeme Shinnie

Graeme Shinnie mencetak gol kemenangan di penghentian waktu saat Derby mengamankan kemenangan Kejuaraan Sky Bet ketiga berturut-turut di Pride Park melawan tim Wigan yang malang Menyusul kekalahan 3-0 yang mengerikan di Charlton pada hari Sabtu, manajer Rams Phillip Cocu telah menuntut reaksi dari para pemainnya tetapi untuk sebagian besar permainan yang gagal terwujud karena Derby tampak tim yang kehilangan ide dan kepercayaan diri terhadap tim dengan kepedihan catatan tandang Tetapi pada menit kedua waktu ditambahkan, Shinnie muncul untuk membawa pulang tembakan tak terbendung dari 15 meter, gol pertamanya selama delapan bulan jadi Hasil yang menghancurkan berarti menjalankan tandang menyedihkan Wigan berlanjut dengan hanya dua kemenangan liga dari 30 pertandingan tandang sejak promosi dari League One 17 bulan lalu kemudian The Rams mendominasi setengah jam pertama dalam hal kepemilikan tetapi setelah menjadi jelas mereka bisa berbuat banyak dengan itu, Wigan perlahan-lahan muncul dari cangkang pertahanan mereka dan Yang terbaik yang bisa ditawarkan tim tuan rumah adalah tendangan rendah dari jarak 20 yard pada menit ketujuh dari Tom Lawrence, yang melihat celah setelah memotong dari sayap kiri, tetapi David Marshall melepaskan bola.

Enam menit kemudian Shinnie dan Martyn Waghorn bergabung untuk membuat tee up Jamie Paterson, hanya untuk Antonee Robinson untuk memblokir tembakan yang mengarah ke gawang lantas Latics harus menunggu hingga menit ke-27 untuk kesempatan pertama mereka ketika Gavin Massey melakukan tendangan melengkung ke depan gawang, dengan penyerang yang hilang empat menit kemudian dengan gaya seperti kopi karbon maka Ada ketakutan bagi Derby delapan menit sebelum jeda ketika kapten Curtis Davies melakukan booting secara tidak sengaja di wajah dari Kiefer Moore yang membutuhkan perhatian medis yang signifikan terhadap hidung berlumuran darah sebelum ia akhirnya diberi izin untuk melanjutkan Didukung oleh penampilan babak pertama yang tangguh, Wigan menciptakan tiga peluang dalam enam menit segera setelah restart, dan tampil sebagai tim yang paling mungkin memecah kebuntuan di periode kedua dimana Tembakan dari Moore dan Joe Williams masing-masing diblokir oleh Davies dan dada kiper Kelle Roos, sementara Jamal Lowe kemudian dikirim dengan jelas oleh Massey untuk kesempatan satu lawan satu, hanya karena upayanya untuk diselamatkan dengan nyaman oleh Roos.

Sisi Derby yang dahsyat akhirnya merespons pada menit ke-66 dengan lari yang kuat dan drive 25 yard dari Lawrence yang dikalahkan Marshall lagi lalu Lowe kemudian memiliki kesempatan lain untuk mencuri poin bagi Wigan di menit ke-83, mengayuh dalam drive miring yang kuat tetapi Roos lagi-lagi sama dengan tembakan dan Tepat ketika itu tampak seolah-olah permainan akan berakhir dengan kesimpulan tanpa gol, Shinnie punya ide lain milik serangan akhir yang menakjubkan sehingga Bos Derby Phillip Cocu: “Ketika Anda bermain dengan hidung patah, itu mengatakan sesuatu kepada tim. Saya yakin [Curtis Davies] sangat kesakitan, dan karena itu Anda harus benar-benar kuat secara mental. Saya sangat senang dengannya karena Dia tidak memberi alasan kepada siapa pun untuk turun satu tingkat. Dia memberi semua orang alasan untuk melanjutkan sedangkan Bos Wigan, Paul Cook: “Formulir tandang kami ada untuk dilihat semua orang. Itu belum cukup baik Tapi malam ini, bisakah kita melakukan sesuatu lagi untuk mendapatkan sesuatu dari permainan? Aku tidak begitu yakin kita bisa. Sepak bola bisa menjadi pertandingan yang begitu kejam pada suatu waktu, dan itu sangat jelas malam ini.”

 

Atletico Madrid tampaknya tidak bisa kehilangan Diego Simeone

Diego Simeone

Atletico Madrid masih cinta mati pada Diego Simeone. Bukan hanya manajemen klub Liga Spanyol itu saja, namun suporter mereka juga menyayanginya. Atletico Madrid dilaporkan AFP masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri setelah perubahan musim panas. Keraguan atas peluang meraih trofi Liga Spanyol mereka mulai bermunculan, namun dukungan klub dan fans pada Diego Simeone masih tetap kuat.

Memasuki menit ke-78 di Wanda Metropolitano pada hari Selasa waktu setempat, Alvaro Morata meliuk-liuk ke dekat pos lawan melepaskan bola kemenangan skor 1-0 atas Bayer Leverkusen di Liga Champions. Setelah pertandingan, Morata membalas keraguan mereka yang mengkritik tim dan pelatih mereka.

“Orang di luar sana bilang kalau kami akan melalui waktu yang buruk musim ini.” Ujar Morata. “Tapi hey, lihatlah di La Liga kita sudah 3 poin dari atas dan di Liga Champions kita juga suadh punya 7 poin dari 3 pertandingan.”

“Kalau mereka bilang kalau saat ini adalah waktu yang buruk bagi kami, maka saya berharap semua waktu buruk itu akan terus seperti ini.”

Simeone hampir mendapatkan banyak celaan di Atletico, klub yang ia pimpin meraih gelar di tahun 2014. Klub dan fans juga masih ingat betapa sang manajer telah melakukan keajaiban pada anggaran belanja pemain sekitar setengah dari yang dikeluarkan oleh Barcelona dan Real Madrid.

Ketika Koke diejek saat ia ditarik keluar, Simeone memberikan kode menuntut penggemar agar bertepuk tangan sebagai gantinya. Hal itu mendapatkan apresiasi positif dari para suporternya.

Sebelum pertandingan dimulai pada saat nama para pemain dan pelatih mereka disebutkan dengan iringan lagu AC/DC berjudul ‘Thunderstruck’, Simeone, seperti biasa, mendapatkan gemuruh tepuk tangan dan siulan kebanggaan yang paling keras dari suporternya.

“Setiap orang punya pendapat mereka masing-masing, tetapi tidak perlu bagi saya untuk menjelaskan seperti apa arti Simeone bagi para pemain, bagi klub ini dan bagi para penggemar kami,” tegas Alvaro Morata. “Pada akhirnya kita harus menggunakan dukungan itu dan fokus pada kelompok, yang merupakan kekuatan kita, dan terus mengikuti langkahnya.”

Ketika jendela transfer ditutup pada bulan Agustus silam, Atletico telah menandatangani 9 pemain, termasuk Joao Felix dari Kieran Trippier. Mereka membiarkan 16 pemain pergi, di antara mereka yang pergi itu ada pencetak gol terbanyak Antoine Griezmann dan Kapten Diego Godin.

Sikap Simeone, strategi yang ia terapkan dan etos kerja yang ia perlihatkan mungkin membutuhkan waktu untuk timnya serap. Mereka masih punya kekompakan klub, suporter, tim dan pelatih yang bisa jadi modal positif hingga akhir musim.

Bayern Munchen Menang 3-2 di Kandang Olympiakos

Robert Lewandowski

 

Bayern Munchen melanjutkan laju kemenangannya di Liga Champions. Melawat ke kandang Olympiakos pada matchday III, Munchen meriah kemenangan 3-2. Memainkan laga Grup B di Karaiskaki Stadium pada hari Rabu (23/10/2019) dinihari WIB, Robert Lewandowski menginpirasi kemenangan Munchen. Penyerang internasional Polandia itu menciptakan 2 gol , sementara satu gol lainnya dicetak oleh pemain pengganti Corentin Tolisso.

Walaupun menang, Munchen harus melakukan comeback usai ketinggalan lebih dulu. Olympiakos mengawali keunggulannya lewat gol Youssef El-Arabi sebelum Munchen membalikkan skor dengan mencetak 3 gol beruntun. Olympiakos bisa memperkecil skor lewat Guilherme, namun tidak bisa terhindar dari kekalahan.

Dengan kemenangan ini, Die Roten bertengger di puncak klasemen Grup B setelah mengumpulkan nilai 9 poin dari 3 laga. Sementara itu Erythrolefki berada di dasar klasemen karena baru mengoleksi nilai satu poin.

Jalannya Laga

Kesempatan pertama didapatkan Munchen ketika laga berjalan 7 menit. Bermula dari sepakan Philippe Coutinho yang dihalau Ruben Semedo untuk menghasilkan tendangan sudut, Javier Martinez menyambut umpan sepak pojok itu dengan sundulan kepala, namun masih melebar dari gawang Olympiakos.

Sesudah terus diserang Munchen, Olympiakos malah mampu mencuri gol terlebih dulu. Pada menit ke-23, tim tuan rumah memimpin 1-0 lewat El-Arabi. Konstantinos Tsimikas melewati hadangan Joshua Kimmich untuk melepaskan crossing ke arah tiang jauh. El-Arabi pun menuntaskannya dengan sundulan kepala ke pojok bawah gawang Manuel Neuer.

Olympiakos hampir menambah keunggulannya kurang dari 10 menit kemudian. Bermula dari serangan balik cepat, Andreas Bouchalakis menusuk ke depan dan melepaskan umpan ke Tsimikas yang melakukan overlapping. Crossing Tsimikas mengenai Lucas Hernandez sebelum bergulir di jalur Neuer untuk diamankan.

Munchen menyamakan kedudulan menjadi 1-1 pada menit ke-34. Tandukan Lewandowski memanfaatkan umpan Martinez diteruskan dengan tendangan yang ditepis Jose Sa. Akan tetapi bola muntah tak disia-siakan Lewandowski yang langsung menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang dari dekat.

Menjelang jeda, sebuah kesempatan diciptakan Munchen lewat Coutinho. David Alaba meliuk-liuk di sebelah kiri sebelum melepaskan umpan yang diterima Coutinho, namun penyelesaian akhirnya belum mengarah ke gawang.

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan dengan panas. Olympiakos membuang sebuah kesempatan bagus karena sundulan kepala Bouchalakis di dalam situasi tidak terkawal masih melebar dari gawang Munchen.

Sesudah pertandingan melewati satu jam, Munchen akhirnya mampu menciptakan gol keduanya pada menit ke-62. Bermula dari tendangan sudut Coutinho, Mueller menyundul bola ke arah Lewandowski. Lewandowksi pun menuntaskannya dengan sepakan ke dalam gawang Olympiakos. Wasit asal Belanda, Danny Makkelie, sempat meninjau dengan VAR (Video Assistant Referee) terkait kemungkinan terjadinya offside. Akan tetapi gol diputusakan sah dan Munchen pun berbalik unggul 2-1.

Dua belas menit berselang, Munchen berhasil memperbesar keunggulannya menjadi 3-1. Hasil kerjasama dengan Serge Gnabry, Coutinho melakukan tendangan yang dibelokkan, namun jatuh ke kaki Tolisso. Lalu Tolisso pun mengontrol bola sebelum menuntaskannya dengan tendangan melengkung untuk menaklukkan Sa.

Olympiakos masih belum mau menyerah. Olympiakos memperkecil skor menjadi 2-3 pada menit ke-79. Bola umpan Maximiliano Lovera diteruskan Guilherme dengan sepakan yang mengenai tangan Thiago Alcantara sebelum masuk ke dalam gawang Munchen.

Di menit-menit akhir pertandingan, Olympiakos terus menyerbu untuk mencari gol penyeimbang. Pada menit ke-87, Daniel Podence berakselerasi di sebelah kanan sebelum melakukan tusukan yang membuat Neuer harus melakukan penyelamatan. El-Arabi mencoba menyambut bola muntah, akan tetapi Neuer sekali lagi masih bisa menangkap si kulit bundar.

Mesut Ozil diungkapkan masih kurang mampu untuk berlatih di Arsenal

Mesut Ozil

Sang pemain yang bernama Mesut Ozil telah di tudingkan masih kurang keras latihan di ajang klub Liga Inggris Arsenal. Dan sehingga dengan hal itu yang akan membuatnya menjadi jarang untuk di mainkan Unai Emery.

Adalah Charlie Nicholas yang dilaporkan Mirror percaya bahwa Mesut Ozil (31 tahun) tidak dimainkan oleh Unai Emery di skuad Arsenal karena dirinya tidak berlatih dengan serius. Ia tidak bekerja keras di sesi latihan untuk meyakinkan sang pelatih.

Sang pemain memang hanya dua kali saja bertanding untuk The Gunners di semua kompetisi musim ini. Ia juga tidak bermain di 4 laga penting, termasuk hasil mengejutkan dikalahkan skor 1-0 oleh tim papan bawah, Sheffield United.

Nicholas lantas menyarankan bahwa dengan Ozil perlu lebih bekerja keras lagi agar bisa membuktikan dirinya masih layak dipertahankan klub.

“Apakah pelatih akan kembali melemparkan Ozil ke dalam situasi ini lagi.” Ujar Nicholas kepada Sky Sports. “Saya pikir Unai Emery tahulah kalau Ozil itu tidak cukup keras bekerja di sesi latihan, jadi itu sebabnya dia ogah menempatkan sang pemain ke dalam timnya.”

Meskipun pertanyaan atas masa depan Ozil di Emirates semakin mengemuka, namun pemain Jerman itu telah mengklaim jika dirinya tidak mau pergi meninggalkan klub. Ia juga tidak punya rencana untuk keluar dari kesepakatan kontrak saat ini, yang akan berlaku sampai tahun 2021 mendatang.

Emery sendiri sudah membantah saran tidak memberikan kesempatan bagi Ozil kembali bertanding. Emery juga bersikeras jika ia percaya sang pemain pasti sanggup kembali masuk tim utama.

“Tahun ini memang mulai berjalan sulit bagi dirinya.” Bela Emery. “Dia bekerja dengan baik kok di masa pramusim dan dia juga sudah ikut bertanding. Tapi kemudian masalah bersama SEAD Kolasinac menghentikannya kasus pembegalan.”

“Setelah itu dia malah sakit selama satu minggu. Dia kemudian kehilangan banyak sesi latihan untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Dalam 2 sampai 3 minggu kondisinya membaik dan bisa ikut latihan lagi bersama kami. Saya tidak menutup kemungkinan Ozil untuk bertanding kembali bersama rekan-rekan satu timnya.”

“Rencana saya adalah untuk terus menggunakan setiap pemain dan dia termasuk salah satu pemain yang akan saya manfaatkan saat bertanding. Dia juga punya keterampilan yang luar biasa dan satu pemain berkualitas yang kami perlukan untuk laga-laga berikutnya.”

“Saya bahagia melihat dia bisa meningkatkan diri dan ikut pelatihan bersama tim setiap harinya. Bagi saya dia adalah salah satu pemain bernilai lebih dalam skuad saya.” Pungkasnya.

Pihak Setan Merah dikabarkan segera untuk memboyong Timo Werner

Timo Werner

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer dikabarkan telah mendesak klub untuk segera membeli Timo Werner. Solskjaer tidak ingin sang pemain lebih memilih pindah ke klub lain, apalagi pindah ke Liverpool.

Timo Werner menjadi salah satu pemain depan terbaik di Jerman. Pemain berusia 23 tahun tersebut telah menjadi andalan RB Leipzig sejak musim 2016/2017 lalu dan tampil konsisten.

Belakangan, Timo Werner juga mulai menjadi pilihan utama Joachim Loew untuk mengisi lini depan timnas Jerman. Dengan usia yang masih sangat muda, tidak heran jika banyak klub yang tertarik pada eks pemain Stuttgart tersebut.

Timo Werner telah meneken kontrak baru dengan RB Leipzig dengan durasi hingga 2023. Akan tetapi, bukan berarti peluangnya pindah klub tertutup. RB Leipzig hanya tidak ingin melepasnya dengan bebas transfer saja.

Seperti diketahui, masalah yang sedang dihadapi oleh Ole Gunnar Solskjaer ada di lini depan. Pria asal Norwegia tersebut tidak punya cukup banyak stok pemain di lini serang pasca pindahnya Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez.

Solskjaer, seperti dikutip dari The Express, telah mengajukan nama Timo Werner untuk segera dibeli oleh pihak klub. Baginya, pemain asal klub RB Leipzig itu sangat cocok dengan karakter bermain United.

Timo Werner punya kecepatan dan bisa bergerak di area sayap. Timo Werner juga bukan penyerang yang bergerak statis di dalam kotak penalti. Tipikal inilah yang dicari oleh Solskjaer.

Hanya saja, sumber yang sama menyebut bahwa United bakal sulit meyakinkan Leipzig melepas Timo Werner di Januari 2020. Solskjaer harus menunggu hingga Juli 2020 untuk bisa merasakan servis Timo Werner.

Bukan tanpa alasan mengapa Solskjaer ingin United bergerak cepat mengamankan jasa Timo Werner. Sebab, paling tidak ada dua klub lain yang juga tertarik pada jasa pemain 23 tahun yakni Liverpool dan Bayern Munchen.

Liverpool sudah berupaya menggoda Timo Werner pada bursa transfer awal musim 2019/2020 ini. Manajer The Reds, Jurgen Klopp, adalah fans berat Timo Werner. Hanya saja, Klopp harus memendam hasraynya membawa Timo Werner ke Anfield karena dana terbatas dari klub.

Sementara itu, Bayern Munchen memang punya kebiasaan membeli pemain terbaik di Bundesliga. Kini, Timo Werner masuk dalam bidikan. Dia disiapkan menjadi pengganti Robert Lewandowski di masa depan.

Inter Milan Menang Tipis 4-3 atas Tuan Rumah Sassuolo

Lautaro Martinez

Dalam laga giornata ke delapan pada ajang kompetisi Liga Serie A Italia yang berlangsung hari Minggu (20/10/2019) malam hari di Mapei Stadium,tim Inter Milan yang menjalani laga tandangnya tersebut pun berhasil membawa pulang raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan tuan rumah Sassuolo dengan skor tipis 3-4. Dimana gol-gol kemenangan pada tadi malam dari tim Inter Milan itu pun dipersembahkan oleh Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku yang sama-sama berhasil mengemas dua buah golnya pada tadi malam. Sementara itu tiga buah gol balasan dari tim tuan rumah Sassuolo itu pun dipersembahkan oleh Domenico Berardi, Filip Djuricic dan Jeremie Boga.

Dalam jalannya laga yang berlangsung pada tadi malam,tim Nerazzurri yang menyambangi markas dari Maper Stadium tersebut pun sudah berhasil unggul dengan cepat 0-1 dimenit 2 pada babak pertama melalui raihan gol dari Lautaro Martinez. Skor 0-1 yang didapatkan oleh tim Nerazzurri tersebut pun tidak bertahan lama karena tim tuan rumah Sassuolo pun berhasil membalas dan menyamakan kedudukannya menjadi imbang 1-1 dimenit 16 pada babak pertama melalui raihan gol dari Domenico Berardi.

Skor imbang 1-1 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Sassuolo dengan tim Inter Milan tersebut pun bertahan cukup lama didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak pertama. Namun tim Inter Milan pun akhirnya baru bisa menggandakan keunggulannya menjadi 1-2 dimenit 38 pada babak pertama melalui raihan gol dari Romelu Lukaku. Keunggulan 1-2 yang didapatkan oleh tim Inter Milan tersebut pun tidak bisa bertahan hingga akhir pertandingan babak pertama,sebab dimenit-menit akhir laga babak pertama tim Inter Milan pun berhasil kembali menggandakan keunggulannya menjadi 1-3 melalui gol kedua dari hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Romelu Lukaku.

Didalam laga babak kedua,tim Nerazzurri yang masih unggul dengan skor 1-3 didalam laga babak pertama itu pun lantas masih tetap terlihat menjalani laga yang ketat dan berimbang dari awal mulainya laga babak kedua. Dimana tim Nerazzurri yang tengah unggul itu pun tentunya dituntut untuk bisa tetap tampil konsisten agar nantinya mereka pun bisa mempertahankan keunggulannya tersebut didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Dilain sisi tim tuan rumah Sassuolo yang tengah tertinggal itu pun mencoba untuk meningkatkan tempo permainannya agar nantinya mereka pun bisa mengimbangi permainan dari tim Nerazzurri dan sekaligus bisa mengejar ketertinggalannya tersebut.

Dimenit 71 pada babak kedua,tim Inter Milan pun akhirnya bisa menambah keunggulannya lagi menjadi 1-4 melalui gol kedua dari hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Lautaro Martinez. Sayangnya skor 1-4 yang baru saja didapatkan oleh tim Inter Milan itu pun hanya bertahan sementara saja,karena berselang 2 menit kemudian tim tuan rumah Sassuolo pun berhasil membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 2-4 melalui raihan gol dari Filip Djuricic. Hanya berselang tujuh menit kemudian,tim tuan rumah Sassuolo pun kembali berhasil memperkecil kedudukannya menjadi 3-4 melalui raihan gol dari Jeremie Boga. Sayangnya setelah itu skor 3-4 tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak kedua.

Dengan adanya raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim Nerazzurri pada tadi malam itu pun tentunya masih membuat mereka berada diperingkat kedua pada papan klasemen Liga Serie A Italia dengan jumlah raihan 21 poin. Sementara itu tim tuan rumah Sassuolo yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka tertahan diperingkat 15 dengan jumlah raihan 6 poin.

Neymar Tidak Sepenuhnya Diterima Barca

Neymar

Lionel Messi yakin kepulangan ke Barcelona untuk penyerang Paris Saint-Germain Neymar rumit karena beberapa orang tidak ingin dia kembali ke klub, Neymar berusaha mencoba kembalinya ke Camp Nou selama jendela transfer sebelumnya, hanya dua tahun setelah berangkat ke tim Ligue 1 dalam kesepakatan rekor dunia 222 juta euro, Namun, hubungan yang tegang antara kedua klub itu berdampak pada diskusi transfer, dan pemain internasional Brasil itu tetap menjadi pemain PSG dan Messi membintangi tiga front bersama Neymar dan Luis Suarez dan mereka tetap berhubungan, tetapi bintang Argentina itu tidak yakin apakah reuni di Barca akan dimungkinkan. “Kami sering berbicara dan mengobrol bersama Luis Suarez,” kata Messi kepada stasiun radio Buenos Aires Metro 95.1.

“Masalah kepulangannya rumit, Pertama, karena sulit melihatnya pergi, kedua karena bagaimana dia pergi, Ada orang-orang dari klub dan anggota yang tidak ingin dia kembali, Jika karena alasan olahraga, Neymar adalah salah satu yang terbaik di dunia, tetapi saya memahami faktor-faktor lainnya. ” Messi, yang dihadiahi Sepatu Emas Eropa untuk keenam kalinya minggu ini, baru-baru ini menyatakan bahwa ia bermaksud melihat sisa karirnya di Barcelona, Namun, tidak seperti ikon sesama klub Andres Iniesta, ia telah mengesampingkan penandatanganan kontrak seumur hidup dan itu sudah dibicarakan beberapa waktu lalu, seperti yang dilakukan dengan Iniesta dan yang lainnya.

“Saya tidak ingin kontrak mengikat saya karena saya tidak tahu bagaimana perasaan saya, Saya tidak ingin berkarir berdasarkan kontrak jika saya tidak sehat, saya akan bersaing selama saya merasa sehat secara fisik, tetapi jelas saya akan bertahan seumur hidup.” Messi juga membuka persaingannya dengan Cristiano Ronaldo, yang ia bersaing dengan tim dan penghargaan individu hanya dalam waktu kurang dari satu dekade selama masa penyerang Portugal di Real Madrid, Ronaldo pindah ke Juventus pada tahun 2018 dan Messi mengakui pertikaian Barca di Clasico dengan Madrid telah kehilangan beberapa kepingan sebagai hasilnya. “Ya, itu bagus ketika dia berada di liga Spanyol,” kata Messi. “Itu membuat Clasicos lebih istimewa dan memberi mereka nilai lebih.”