Inter di antara pesta dan perang kala hadapi Empoli

Radja Nainggolan

Ultras Inter Milan mengultimatum timnya wajib meraih kemenangan atas Empoli. Mereka bahkan menyebut Nerazzurri berada di antara pesta dan perang di laga ini. Inter akan menghadapi Empoli di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (27/5/2019) dini hari WIB, pada pekan terakhir Liga Italia. Tim besutan Luciano Spalletti wajib menang di laga ini demi meraih tiket ke Liga Champions musim depan.

Inter saat ini menempati peringkat keempat di klasemen dengan 66 angka. Poin mereka sama dengan Atalanta yang berada di urutan ketiga. Posisi La Beneamata belum aman karena mereka masih terancam tergusur oleh AC Milan dan AS Roma. Rossoneri kini menghuni peringkat kelima dengan 65 poin sedangkan Serigala Ibu Kota di posisi keenam dengan 63 angka.

Kondisi ini jelas membuat fans garis keras Inter (Ultras) tak ingin tim kesayangannya terpeleset. Mereka menegaskan siap memberi dukungan penuh kepada Inter. Suporter yang tergabung dalam Curva Nord ini bahkan siap menepikan permusuhan mereka dengan Mauro Icardi agar tampil optimal. Sebagai gantinya mereka mengultimatum Inter untuk wajib meraih tiga angka.

“Kami akan mendukung Anda selama 90 menit plus injury time, seolah-olah kami kembali ke Madrid saat final Liga Champions 2010, tetapi pada akhir pertandingan itu akan menjadi pesta atau perang,” tulis Curva Nord dalam unggahan mereka di Facebook. “Kami mendukung semua keputusan di ruang ganti tak terkecuali untuk Icardi, tetapi sekarang di ruang ganti harus mengambil tanggung jawabnya.”

“Kami akan memberikan segalanya untuk mendukung Inter, tetapi, jika Anda gagal mencapai tujuan, pertempuran tidak akan lagi hanya untuk menyingkirkan Icardi tetapi juga untuk perombakan total pada tim,” terangnya menegaskan. Luciano Spalletti merasa Inter Milan telah berpengalaman menghadapi laga krusial. Hal itu membuatnya yakin timnya bakal meraih tiket Liga Champions musim depan.

“Ini seperti musim lalu, ketika Anda tampil di laga hidup dan mati, Anda harus memberikan segalanya,” tutur Spalletti. “Saya belum pernah mengalami musim di mana saya mencapai babak final dan merasa santai. Ketika saya di Roma, kami memiliki enam final menghadapi Inter. Itu terjadi pada semua klub besar, tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Saya merasa Inter telah belajar selama beberapa tahun terakhir untuk bersiap diri menghadapi situasi ini,” ungkap Spalletti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>