Jorginho Berusaha ‘Move On’ dari Maurizio Sarri

Jorginho

Mulai dari tahun 2015, Jorginho berusaha keras untuk dapat menjadi pemain yang setia kepada Maurizio Sarri. Hingga  kini ia berusaha untuk menjaga kepercayaan sang pelatih terbaru Chelsea, Frank Lampard, lantaran tidak di ajak pelatih asal Italia tersebut bergabung dengan Juventus.

Kebersamaan Jorginho dan Sarri terjalin saat keduanya masih tergabung di klub raksasa Serie A, Napoli. Saat Sarri pindah ke Inggris, ia membuat Chelsea harus menggelontorkan dana sebesar 60 juta euro untuk memboyong serta Jorginho.

Sarri menganggap Jorginho sebagai sosok yang paham betul dengan karakteristik strateginya, ‘Sarriball’. Bahkan, ia sempat dikritik karena terlalu menganakemaskan Jorginho hingga membuat posisi N’Golo Kante di lini tengah harus bergeser.

Namun kebersamaan itu berakhir pada musim panas tahun 2019 ini. Sarri memutuskan untuk melanjutkan hasil jerih payah Massimiliano Allegri di Juventus. Tapi dengan kehadiran Miralem Pjanic, sulit bagi Bianconeri untuk menyertakan Jorginho.

Jorginho Berusaha ‘Move On’

Pemain berdarah Italia tersebut bertahan di Chelsea. Kini ia sedang berusaha membuka lembaran baru bersama Frank Lampard, yang beruntungnya menyukai karakteristik permainan Jorginho.

“Dia adalah pelatih saya, dia bukanlah teman,” ujar Jorginho soal Sarri dikutip dari Goal. “Kami bekerja sama selama empat tahun, tapi ini sudah lain waktu dan lembaran baru. Masa yang lain dalam kehidupan saya. Saya menantikan itu sekarang,” sambungnya.

“Saya meninggakan dia, tapi saya bertahan di sini dan sedang bekerja untuk tim sekarang, di Chelsea. Saya masih memiliki kontrak empat tahun. Saya sangat senang bisa berada di London dan Chelsea. Saya harap bisa bertahan lama di sini,” lanjutnya.

Beradaptasi dengan Peran Baru

Saat bersama Sarri, Jorginho kerap diberikan peran sebagai pengatur serangan dari lini tengah. Dengan formasi tiga gelandang, ia kerap diposisikan di tengah dan diapit oleh dua gelandang lainnya seperti N’Golo Kante dan Ross Barkley.

Lampard menggunakan formasi yang berbeda. Saat bertemu Barcelona di ajang Rakuten Cup hari Selasa (23/7) lalu, legenda The Blues tersebut menggunakan formasi 4-2-3-1 dan Jorginho dipasangkan dengan Mateo Kovacic di tengah.

Jorginho mengaku senang dengan posisi serta peran baru yang diberikan oleh Lampard. Ia merasa ruang untuk mengkreasikan serangan terasa semakin luas dan dirinya pun bisa lebih bebas untuk berekspresi dengan umpan-umpannya.

“Ini terasa baru bagi saya, tapi saya menyenanginya. Saya punya ruang lebih untuk menciptakan sesuatu. Saya lebih bebas jadi bisa melakukan banyak hal dengan kreativitas saya, jadi saya menyukainya,” tandasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>