Lionel Scaloni: Percuma Sekarang Ada VAR

Lionel Scaloni

 

Kemenangan Argentina atas Chili diwarnai kartu merah kontroversial Lionel Messi. Sebuah insiden yang membuat pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menjadi heran.

Argentina menundukkan Chili dengan skor akhir 2-1 di dalam perebutan posisi 3 Copa America 2019. La Albiceleste berhasil memimpin 2 gol terlebih dulu lewat gol Sergio Aguero dan Paulo Dybala di dalam 22 menit pertama. Gol penalti Arturo Vidal kemudian membawa La Roja memperkecil skor pada babak kedua, akan tetapi akhirnya Chili mesti mengakui keunggulan Argentina.

Sorotan mengarah kepada pertikaian Messi dan Gary Medel di dalam 10 menit terakhir paruh pertama. Bermula dari perebutan bola di dalam kotak penalti Chili, kedua pemain terlibat emosi dan saling dorong sehingga wasit asal Paraguay, Mario Diaz De Vivar, mengacungkan kartu merah kepada Messi dan Medel.

Sesudah pertandingan, superstar Barcelona itu marah-marah dengan menuding Copa America 2019 telah diatur. Lantas Messi juga menolak menerima medali perunggu yang diterima Argentina.

Scaloni yakin Messi tak layak diusir dari permainan. Suksesor Jorge Sampaoli itu menyesalkan kenapa VAR (Video Assistant Referee) tak membantu wasit.

“Saya telah melihat videonya dan sejauh ini, saya tak paham dengan apa yang Lionel Messi lakukan sampai dikartu merah. Bakal menarik apabila wasit mengungkapkan secara terbuka apa yang sebenarnya di saksikan dan juga orang-orang VAR (Video Assistant Referee)” ucap Scaloni.

“Sudah jelas dia membuat keputusan sangat cepat, sangat aneh dan yang terburuk adalah VAR tidak memeriksanya karena untuk itulah ada VAR. VAR berada disini untuk membantu dan hari ini VAR tak membantu. Kita telah melihat berulang kali pengusiran oleh wasit, dimana wsit membatalkan keputusannya dan memberikan kartu kuning. Semestinya kejadian ini juga seperti itu” lanjut pelatih berusia 41 tahun itu.

“Jika Anda melihat dengan benar, Messi tak melakukan apapun. Jadi, mereka memang tidak mengurungkan keputusannya, mereka bahkan tak meninjau ulang lewat VAR. Saya rasa standarnya amat aneh. Sebelumnya Uruguay, saya rasa amat tipis saat Edinson Cavani dinyatakan offside. Mereka meninjau VAR 55 kali untuk membenarkan dan dengan tim kami, semuanya malah berjalan terbalik” sambung Scaloni.

“Terus terang saja, rasanya tak baik. Saya tak mau berprasangka buruk, namun rasanya ini kurang meyakinkan. Tak meyakinkan tim kami, tidak juga kepada Chili yang kami hadapi. Ada begitu banyak tim yang mempunyai perasaan buruk terhadap masalah ini dan kami yang paling banyak dirugikan” tutup pelatih kelahiran Rosario, 16 Mei 1978 itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>