Luka Jovic: Selangkah Lagi Pemain Yang Mempunya Sebutan Donat Ini Akan Ke Real Madrid

Luka Jovic

Cedera Jovic beberapa langkah ke arah Real Madrid. Pemain jebolan tarkam serta penggila donat itu sesaat akan bertanding di Santiago Bernabeu. Jovic beritanya akan dilepaskan ke Madrid. Eintracht Frankfurt, club pemiliknya, bersedia melepas striker 21 tahun itu ke Los Blancos.

Sebelum Madrid, Jovic terlebih dulu dihubungkan dengan Barcelona. Blaugrana sudah sempat diisukan mengincarnya, sebelum sekarang isunya striker asal Serbia itu lebih merapat ke Madrid.

Jovic beritanya ditebus 60 juta euro atau seputar Rp 970 miliar. Siapa Jovic? serta mengapa mahal harga nya?

Pemandu talenta paling baik Red Star Belgrade, Tomislav Milicevic tertegun lihat tindakan Jovic dalam satu kompetisi beberapa anak antar kampung di Bijeljina, Bosnia.

“Sesudah 10 menit memandangnya main, saya mendapatkan suatu yang mengagumkan,” kata Milincevic, pada Bleacher Report.

Milicevic lalu mengajaknya ke akademi Red Star. Jovic, yang situasi keluarganya masih susah waktu itu, tidak gunakan lama terima penawaran Milicevic.

“Itu tidak gampang baginya. Awalannya, ia berkelana tiap hari dengan bus dari Bijeljina ke Belgrade serta kembali. Ia berkorban serta keluarganya memberi dukungan. Ia tumbuh di lingkungan yang begitu jelek, waktu saya memandangnya, saya semakin meyakini ia akan sukses,” kenangnya.

Di saat-saat main di akademi Red Star, ada narasi menarik masalah Jovic. Dia nyatanya didapati hoby makan camilan, coklat, serta donat. Hal yang membuat pelatihnya jengkel.

Slavisa Stojanovic, pelatih Red Star saat itu, sampai minta pertolongan senior-senior untuk ambil makanan Jovic. Hal tersebut dikerjakan untuk perubahan Jovic sendiri.

“Ia betul-betul suka pada beberapa hal seperti itu pada saat itu. Beberapa pemain akan mengeluarkannya (camilan) dari kamarnya serta ia tidak suka,” katanya.

Tetapi Stojanovic sadar, Jovic memang pemain yang spesial. “Ia pemain yang bertelanta. Ia punyai insting gol, talenta alami,” pujinya.

Semenjak 2005 sampai 2014, Jovic jadi pemain binaan Red Star. Dia lalu naik ke team penting, dengan kiprahnya berlangsung di umur 16 tahun 5 bulan 5 hari, waktu menentang Vojvodina.

Waktu itu, Jovic dimainkan waktu pertandingan tinggal 17 menit. Tetapi baru beberapa waktu ada di lapangan, dia langsung membuat gol serta merubah score jadi 3-3. Hasil itu membuat Red Star memenangkan Superliga Serbia. Jovic juga mencatatkan rekor melalui golnya, dengan jadi pembuat gol termuda Red Star selama riwayat melalui Dejan Stankovic.

Seperti dlansir The Sun, Jovic jadi pahlawan baru di Serbia. Kondisi itu sudah sempat membuat keluarganya diperas seorang, tetapi penjahat itu lalu diamankan faksi berkuasa.

Pada 2016, Jovic putuskan geser ke Portugal. Dia masuk dengan Benfica, serta menjumpai rintangan sebenarnya. Dia tidak mendapatkan banyak peluang serta cuma jadi penghuni team reserve.

emusim berlalu, Frankfurt hadir serta memboyongnya ke Jerman. Dia dipinjam sepanjang dua tahun dengan pilihan dipermanenkan. Waktu lalu, Jovic juga jadi pemain masih Frankfurt sesudah ditebus 7 juta euro.

Di Jerman, Jovic cemerlang serta jadi satu diantara penyerang yang disegani. Pada Oktober lalu, dia borong lima gol sekaligus juga waktu Frankfurt membabat Fortuna Dusseldorf 7-1. Gol untuk gol lahir dari pemain yang mengidolakan Radamel Falcao serta Zlatan Ibrahimovic ini.

Musim ini, Jovic semakin menggila dengan catatan 27 gol dari 47 pertandingan. Performa itu yang membuat si jebolan tarkam serta penggila donat itu jadi bidikan beberapa raksasa, yang pada akhirnya dimenangi Madrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>