Pertandingan Liga 1 Nantinya Akan Dipimpin Oleh Wasit Asing

Liga 1 2017

PSSI sudah meyakinkan juga akan memakai wasit asing di putaran ke-2 Liga 1. Tetapi, untuk tidak semua kompetisi. Yang dirasakan beberapa club Liga 1 berkaitan wasit telah sedikit terjawab. PSSI sudah meyakinkan kalau pihaknya sudah memperoleh wasit asing asal Australia serta Kirgizstan, yang terbagi dalam dua wasit paling utama serta empat asisten wasit.

Menurut Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, wasit asing nanti tidak bertugas tiap-tiap kompetisi. Mereka cuma juga akan memimpin dua kompetisi di tiap-tiap periode. Periode pertama pada 2-15 Agustus, periode ke-2 14 hari setelah itu, serta selalu dihitung 14 hari untuk periode berikutnya

” PSSI dengan PT LIB sudah mengambil keputusan periode pemakaian wasit asing. Jadi periode pemakaiannya hingga akhir pertandingan. Namun kami untuk cut off-nya per dua minggu, jadi dua minggu kompetisi sekali juga akan ada wasit yang datang serta itu bertukaran, ” kata Tisha.

” Wasit asing juga akan memimpin dua kompetisi saja dalam satu periode, namun, bila kompetisi padat dapat 3x memimpin kompetisi. Umpamanya, bila sehari-hari ada kompetisi, jadi peluangnya ada dua kompetisi dalam satu minggu. Match-nya mana saja? Kelak juga akan diambil, namun sekarang ini masih tetap kami diskusikan. LIB telah menyebutkan akan tidak me-review wasit sampai H-1 pertandingan, ” sambung wanita 32 tahun itu.

Walau telah meyakinkan asal negara beberapa wasit asing yang juga akan bertugas di Liga 1, Tisha belum juga dapat mengatakan beberapa namana. Walau demikian, dia menyatakan kalau nama beberapa wasit asing itu telah berada di imigrasi untuk diurus izin kerjanya.

Wasit asing ini nanti juga tidak sebatas bertugas memimpin kompetisi. Mereka nanti diinginkan dapat membagi pengalamannya pada wasit lokal saat tidak bertugas.

” Wasit asing tidak cuma jadi pengadil di lapangan, namun akan jadi role jenis. Jadi kelak di jeda saat kompetisi, wasit asing dapat berbagi pengalamannya mengatasi masalah per masalah dalam kompetisi. Karna ini terkait dengan kultur. Bagaimana mengatasi persoalan dalam kompetisi diliat dari segi sosial kultural dalam pertandingan sepakbola, ” tegas Tisha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>