Samuel Eto’o Sepertinya Akan Hengkang

Samuel Eto'o

Samuel Eto’o telah memutuskan untuk pensiun dari sepakbola. Dia suka sepatu pada usia 38, setelah 22 tahun berkarir sebagai pesepakbola. Melalui Instagram pribadinya, Setoo9, Eto’o mengumumkan keputusannya. “Selesai. Menuju tantangan baru. Terima kasih, banyak cinta untukmu,” kata Eto’o dalam unggahan fotonya. Samuel Eto’o pada Jumat (6/9/2019) mengumumkan penghargaan dari dunia sepakbola. Ini diumumkan Eto’o melalui akun Instagram pribadinya. Dia menulis: “Inilah akhirnya. Menuju tantangan baru. Terima kasih, salam hangat.” Samuel Eto’o mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia sepakbola. Mantan bintang Barcelona itu memutuskan untuk gantung sepatu setelah 22 tahun berkarier sebagai pemain. Paspor striker legendaris Kamerun memilih usia dunia sepakbola pada usia 38 tahun. Untuk diketahui, Eto’o yang melakukan debut seniornya di tahun 1997, menerima skor lebih dari 350 gol untuk semua klub dalam karirnya. Dia juga berhasil memenangkan dua trofi Liga Champions bersama Barcelona dan sekali lagi berkostum Inter Milan.

Ketika di Barcelona, ??Etoo tidak hanya memenangkan dua gelar Liga Champions, kejuaraan lainnya seperti empat Liga Spanyol, dua Supercopa de Espana, dan satu trofi Copa del Rey. Dia juga memenangkan penghargaan sebagai pemain terbaik Afrika pada tahun 2005. Melalui akun Instagram-nya, Eto’o menyampaikan keputusannya untuk gantung sepatu. “Berakhir. Menuju tantangan baru. Terima kasih untuk kalian semua. Banyak cinta untukmu,” tulisnya. Eto’o memulai karir profesionalnya bersama Real Madrid pada 1997. Dengan El Real, ia tidak mendapatkan banyak waktu bermain. Pemain Kamerun memulai karirnya di Real Madrid. Dia hanya mencatat tiga penampilan lalu di Madrid. Kemudian, pemain Kamerun pindah ke 13 klub lain termasuk Barcelona, ??Inter Milan, Chelsea, Everton dan Sampdoria. Nama Eto’o paling dekat dengan Barcelona, ??di mana ia berhasil membawa raksasa Spanyol itu untuk memenangkan tiga gelar La Liga dan dua trofi Liga Champions. Setelah menghabiskan lima tahun di Barca, Eto’o pindah ke Italia untuk bergabung dengan Inter Milan pada tahun 2009. Di bawah asuhan Jose Mourinho, ia berhasil menambah koleksi trofi Liga Champions pada 2010. Pemain berusia 38 tahun ini berhasil menikmati suasana Liga Inggris ketika dia bergabung dengan Chelsea dan Everton. Di level tim nasional, Eto’o melakukan debut dengan tim nasional Kamerun hanya sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-16 dan berhasil mencatat 118 penampilan total dengan 56 gol tercipta.

Striker maut ini membantu membawa Piala Emas Olimpiade Sydney pada tahun 2000, Piala Afrika pada tahun 2000 dan 2002. Eto’o juga diterima sebagai pemain terbaik Afrika empat kali, sebuah grup yang ia pegang bersama dengan mantan gelandang Man City Yaya Toure. Bersama dengan Mallorca, Eto’o menunjukkan potensi untuk memperbesar. Dalam 120 pertandingan, ia mencatat 48 gol. Satu gelar Copa del Rey dimenangkan bersama Mallorca pada musim 2002/2003. Dengan penampilan okenya, Barcelona ingin membawanya di musim 2004/2005. Bersama dengan tim Catalan, Eto’o menghabiskan lima musim. Ia menang karena didominasi banyak trofi. Mengenai dua gelar Liga Champions. Setelah Barca, Eto’o pindah ke Inter Milan pada musim 2009/2010. Di Musim Gugur bersama Nerazzurri, Eto’o memenangkan treble. Dalam lebih dari dua dekade sebagai pesepakbola, Eto’o memenangkan 13 klub. Qatar SC menjadi klub terakhir pria dari Kamerun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>